progamersarena.org/ – Perusahaan penambangan Bitcoin, MARA Holdings, kembali menjadi perhatian pelaku pasar kripto setelah sejumlah dompet yang dikaitkan dengan perusahaan tersebut memindahkan 1.000 BTC ke dua bursa aset digital, yakni Binance dan Gate. Transaksi yang berlangsung selama lima hari hingga Senin (19/10/2026) itu diperkirakan memiliki nilai sekitar US$82,8 juta.
Pergerakan Bitcoin dalam jumlah besar tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan penjualan aset oleh salah satu perusahaan penambang Bitcoin publik yang memiliki cadangan BTC signifikan. Pasalnya, transfer Bitcoin ke bursa kripto kerap dipandang sebagai salah satu indikasi bahwa pemilik aset sedang mempersiapkan transaksi penjualan.
Berdasarkan temuan platform analisis blockchain Lookonchain, aktivitas tersebut terdeteksi melalui pelacakan transaksi on-chain dari sejumlah alamat yang diasosiasikan dengan MARA Holdings. Lookonchain menduga perpindahan itu berkaitan dengan aktivitas penjualan Bitcoin, tetapi belum ada konfirmasi bahwa seluruh aset yang dikirim telah diperdagangkan di pasar.
Perbedaan antara transfer dan penjualan menjadi hal penting dalam membaca perkembangan ini. Transaksi yang tercatat di blockchain hanya menunjukkan perpindahan aset dari satu alamat ke alamat lain. Untuk memastikan apakah Bitcoin benar-benar dijual, diperlukan bukti tambahan mengenai aktivitas perdagangan atau konfirmasi dari pihak perusahaan.
Aktivitas MARA layak diperhatikan karena keputusan pengelolaan aset perusahaan penambang berskala besar dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap potensi pasokan Bitcoin. Namun, dampak sebenarnya terhadap harga BTC tetap bergantung pada tujuan transfer, jumlah aset yang akhirnya dijual, dan kondisi permintaan pada saat transaksi berlangsung.
Aktivitas Dompet MARA Kembali Menjadi Sorotan pada Oktober 2026
Transfer terbaru tersebut bukan satu-satunya aktivitas besar yang dikaitkan dengan MARA Holdings sepanjang Oktober 2026. Sebelumnya, Lookonchain juga melaporkan pergerakan Bitcoin dalam jumlah signifikan dari alamat yang diasosiasikan dengan perusahaan tersebut.
Pada 9 Oktober 2026, platform pemantauan blockchain itu mengidentifikasi aktivitas sekitar 996 BTC dengan estimasi nilai mencapai US$81,13 juta. Laporan tersebut menambah perhatian terhadap pola perpindahan aset yang berkaitan dengan perusahaan penambang Bitcoin tersebut.
Dengan adanya dua laporan aktivitas dalam rentang waktu kurang dari dua pekan, pasar mulai mencermati kemungkinan perubahan strategi pengelolaan cadangan Bitcoin MARA. Meski demikian, kedua aktivitas itu tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti penjualan seluruh aset yang dipindahkan.
Perlu dipahami bahwa perpindahan Bitcoin dapat dilakukan untuk berbagai kepentingan. Selain mempersiapkan penjualan, perusahaan bisa memindahkan aset untuk mengatur penyimpanan, mengubah penyedia kustodian, memenuhi kebutuhan operasional, atau menjalankan transaksi keuangan lainnya.
Oleh karena itu, angka 1.000 BTC dalam laporan terbaru dan sekitar 996 BTC dalam laporan sebelumnya harus diperlakukan sebagai jumlah aset yang terpantau berpindah, bukan total Bitcoin yang telah dipastikan terjual.
Pelacakan On-Chain Menjadi Dasar Pemantauan Transaksi
Analisis on-chain merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk memantau aktivitas perusahaan, investor besar, dan pelaku pasar kripto. Melalui data blockchain publik, analis dapat menelusuri perpindahan aset, mengamati hubungan antaralamat, serta memperkirakan pola aktivitas pemilik dompet.
Dalam kasus MARA, Lookonchain menyertakan alamat blockchain yang dapat diperiksa melalui penjelajah blockchain Arkham. Data tersebut membantu pihak lain meninjau transaksi yang menjadi dasar laporan.
Namun, atribusi alamat blockchain perlu dipahami secara hati-hati. Sebuah alamat yang diasosiasikan dengan perusahaan berdasarkan hasil analisis tidak selalu sama dengan pernyataan resmi bahwa perusahaan tersebut merupakan pemilik atau pengendali langsung alamat itu.
Selain itu, data blockchain umumnya tidak menjelaskan alasan di balik sebuah transaksi. Informasi mengenai tujuan transfer, kesepakatan perdagangan, atau keputusan internal perusahaan mungkin tidak tersedia secara langsung dalam catatan on-chain.
Karena itu, analisis blockchain dapat digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas yang perlu diperhatikan, tetapi kesimpulan mengenai penjualan Bitcoin sebaiknya didukung oleh informasi tambahan.
Baca Juga: Tokenisasi SBN Buka Peluang Investasi Rp10 Ribu, Ini Regulasi yang Disiapkan OJK
Transfer 1.000 BTC Setara Sekitar 2,8 Persen dari Cadangan Historis MARA
Besarnya transaksi menjadi salah satu alasan mengapa pergerakan dompet yang dikaitkan dengan MARA menarik perhatian. Berdasarkan data kepemilikan yang dilaporkan perusahaan pada akhir Juni 2026, MARA tercatat memiliki sekitar 35.577 BTC.
Jika dibandingkan dengan angka tersebut, transfer 1.000 BTC setara dengan kurang lebih 2,8 persen dari total kepemilikan Bitcoin yang dilaporkan pada periode itu.
Perbandingan ini memberikan gambaran mengenai skala transaksi yang sedang dibahas. Meski begitu, angka 35.577 BTC merupakan data historis per akhir Juni 2026 dan tidak dapat dianggap sebagai saldo aktual MARA pada Oktober 2026 tanpa pembaruan resmi.
Dengan kata lain, belum dapat dipastikan berapa total Bitcoin yang masih dikuasai perusahaan setelah memperhitungkan seluruh aktivitas penambangan, pembelian, penjualan, pemindahan aset, maupun transaksi lainnya.
Bagi pelaku pasar, informasi mengenai cadangan Bitcoin perusahaan penambang penting untuk memahami potensi pasokan yang mungkin masuk ke pasar. Perusahaan dengan kepemilikan BTC besar memiliki pilihan untuk mempertahankan aset, menggunakannya sebagai jaminan pembiayaan, atau menjual sebagian kepemilikannya sesuai kebutuhan bisnis.
Meskipun demikian, besarnya cadangan tidak secara otomatis menunjukkan bahwa perusahaan akan menjual Bitcoin dalam waktu dekat. Keputusan tersebut biasanya dipengaruhi kondisi kas, kebutuhan investasi, strategi perusahaan, dan perkembangan harga aset digital.
Sampai terdapat penjelasan resmi mengenai tujuan transfer terbaru, dugaan bahwa MARA sedang mempersiapkan penjualan Bitcoin masih harus dipandang sebagai kemungkinan, bukan fakta yang telah terverifikasi.
MARA Sebelumnya Menjual 23.093 BTC pada Semester Pertama 2026
Spekulasi mengenai kemungkinan penjualan terbaru memiliki konteks yang relevan. MARA Holdings sebelumnya telah mengungkapkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan kepemilikan Bitcoin, termasuk memberikan ruang bagi perusahaan untuk memonetisasi aset yang tersimpan dalam neraca.
Menurut laporan Form 10-Q yang disampaikan MARA kepada regulator Amerika Serikat, perusahaan menjual sekitar 23.093 BTC sepanjang semester pertama 2026. Penjualan tersebut menghasilkan dana sekitar US$1,6 miliar, dengan harga jual rata-rata yang dilaporkan sebesar US$70.631 per BTC.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penjualan Bitcoin telah menjadi bagian dari strategi pengelolaan keuangan perusahaan pada periode tersebut. Dengan memonetisasi sebagian aset digital, perusahaan dapat memperoleh dana yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan operasional, pengembangan bisnis, dan pengelolaan likuiditas.
Strategi ini juga memperlihatkan bahwa perusahaan penambang Bitcoin tidak selalu mempertahankan seluruh aset yang diperoleh melalui kegiatan penambangan. Dalam kondisi tertentu, menjual sebagian kepemilikan dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan modal tanpa sepenuhnya bergantung pada sumber pembiayaan eksternal.
MARA juga memperluas pendekatannya pada 2026 dengan membuka peluang penjualan yang tidak terbatas pada Bitcoin hasil penambangan terbaru. Artinya, aset yang telah tersimpan dalam neraca perusahaan juga dapat menjadi bagian dari strategi monetisasi.
Dalam surat kepada pemegang saham untuk kuartal II, MARA menyatakan rencananya untuk terus melakukan monetisasi Bitcoin secara oportunistik demi meningkatkan fleksibilitas keuangan.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan modal ketika menentukan waktu untuk merealisasikan nilai kepemilikan BTC.
Namun, riwayat penjualan pada semester pertama 2026 tidak otomatis membuktikan bahwa transfer 1.000 BTC pada Oktober memiliki tujuan yang sama. Untuk memastikan hubungan antara kedua aktivitas tersebut, dibutuhkan konfirmasi mengenai transaksi terbaru atau bukti perdagangan yang relevan.
Mengapa Perusahaan Penambang Bitcoin Memilih Menjual Aset?
Perusahaan penambangan Bitcoin menghadapi struktur biaya yang berbeda dari investor yang hanya membeli dan menyimpan BTC. Kegiatan penambangan membutuhkan infrastruktur komputasi, pasokan energi, pemeliharaan perangkat, serta investasi berkelanjutan untuk menjaga kapasitas produksi.
Dalam situasi tertentu, penjualan Bitcoin dapat membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tersebut. Dana hasil penjualan juga bisa digunakan untuk membiayai pengembangan fasilitas, memperkuat posisi kas, atau mendukung proyek bisnis baru.
Keputusan untuk menjual aset tidak selalu menunjukkan pandangan negatif terhadap prospek harga Bitcoin. Sebuah perusahaan dapat tetap memiliki eksposur terhadap BTC sambil menjual sebagian kepemilikannya untuk menjaga keseimbangan antara investasi dan kebutuhan likuiditas.
Sebaliknya, penjualan dalam jumlah besar juga dapat menjadi informasi yang diperhatikan pasar, terutama ketika terjadi bersamaan dengan melemahnya permintaan atau meningkatnya pasokan Bitcoin di bursa.
Karena itu, pelaku pasar perlu melihat konteks transaksi secara menyeluruh. Besarnya transfer, tujuan penggunaan dana, kondisi keuangan perusahaan, serta respons permintaan pasar merupakan faktor yang lebih informatif daripada sekadar melihat perpindahan aset menuju bursa kripto.
MARA Agunkan 18.750 BTC untuk Mendukung Pendanaan Ekspansi
Selain melakukan monetisasi melalui penjualan Bitcoin, MARA juga memanfaatkan kepemilikan aset digitalnya dalam strategi pembiayaan. Perusahaan dilaporkan telah mengagunkan 18.750 BTC untuk memperoleh pendanaan baru senilai US$600 juta.
Pendanaan tersebut ditujukan untuk mendukung ekspansi infrastruktur energi dan pengembangan bisnis yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Langkah ini menunjukkan bahwa Bitcoin dapat memiliki peran lebih luas dalam pengelolaan keuangan perusahaan penambang. Selain menjadi aset yang berpotensi memberikan keuntungan ketika harganya meningkat, kepemilikan BTC juga dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh modal.
Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan mengakses pendanaan dengan memanfaatkan aset yang dimiliki, tanpa harus selalu menjual seluruh Bitcoin yang menjadi bagian dari neraca.
Akan tetapi, penggunaan Bitcoin sebagai jaminan juga memiliki risiko. Ketika harga BTC mengalami penurunan tajam, nilai agunan dapat berkurang dan berpotensi menimbulkan persyaratan tambahan, bergantung pada ketentuan pembiayaan yang berlaku.
Dalam konteks MARA, belum ada bukti yang menghubungkan secara langsung transfer 1.000 BTC terbaru dengan pendanaan US$600 juta tersebut. Oleh sebab itu, kedua aktivitas tersebut sebaiknya dianalisis sebagai informasi yang berbeda sampai tersedia penjelasan lebih lanjut.
Bagi investor, hal ini menegaskan pentingnya memahami perbedaan antara penjualan aset, pemindahan kustodian, dan penggunaan aset sebagai jaminan. Ketiganya dapat menghasilkan pergerakan Bitcoin dalam jumlah besar, tetapi memiliki implikasi keuangan dan dampak pasar yang berbeda.
Cadangan Bitcoin di Bursa Meningkat, Bagaimana Kondisi Permintaan?
Di luar aktivitas dompet yang dikaitkan dengan MARA, kondisi pasar Bitcoin secara keseluruhan juga menjadi faktor penting untuk diperhatikan. Perubahan jumlah BTC yang tersimpan di bursa dapat memberikan gambaran tambahan mengenai dinamika distribusi aset digital.
Berdasarkan analisis terbaru XWIN Japan yang dipublikasikan melalui CryptoQuant, cadangan Bitcoin di bursa meningkat dari sekitar 2,67 juta BTC pada awal Oktober menjadi kurang lebih 2,68 juta BTC.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perubahan jumlah Bitcoin yang tercatat dalam cadangan bursa selama periode pengamatan. Meski demikian, data tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh aset tambahan akan segera dijual.
Bitcoin yang masuk ke bursa dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk perdagangan, pengelolaan likuiditas, pemindahan kustodian, atau persiapan transaksi lainnya. Karena itu, perubahan cadangan bursa perlu dikombinasikan dengan indikator lain sebelum digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai arah pasar.
Analisis yang sama juga menunjukkan bahwa indikator permintaan spot dalam periode 30 hari kembali bergerak ke wilayah negatif setelah sebelumnya mendekati titik netral.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pemulihan permintaan Bitcoin belum merata. Dengan kata lain, aktivitas pembelian di pasar spot belum menunjukkan kekuatan yang cukup konsisten untuk menyimpulkan bahwa permintaan telah pulih secara menyeluruh.
Jika pasokan yang tersedia untuk diperdagangkan bertambah sementara permintaan belum menguat, pasar berpotensi menghadapi tekanan harga. Namun, besarnya dampak tetap bergantung pada volume transaksi aktual, distribusi likuiditas, dan kemampuan pembeli menyerap pasokan tambahan.
Perbedaan Perilaku Investor Besar dalam Pasar Bitcoin
Analisis on-chain juga dapat digunakan untuk mengamati perbedaan perilaku di antara kelompok pemegang Bitcoin berdasarkan jumlah aset yang mereka kuasai.
Dalam laporan yang dibahas, kelompok dompet dengan saldo sekitar 100 hingga 1.000 BTC masih memperlihatkan akumulasi bersih. Sebaliknya, kelompok pemegang dengan saldo lebih dari 10.000 BTC mencatat perubahan kepemilikan bersih yang negatif.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa aktivitas pemegang Bitcoin besar tidak selalu bergerak dalam arah yang sama. Sebagian kelompok dapat menambah kepemilikan, sedangkan kelompok lainnya mengurangi saldo atau memindahkan aset.
Meski demikian, perubahan saldo dompet tidak selalu berarti pembelian atau penjualan di pasar terbuka. Perpindahan antaralamat, perubahan pengaturan penyimpanan, dan aktivitas kustodian dapat memengaruhi data yang digunakan dalam analisis.
Oleh karena itu, indikator akumulasi dan distribusi perlu dibaca sebagai bagian dari gambaran yang lebih luas. Tidak tepat jika satu kelompok pemegang aset dianggap mewakili seluruh sentimen investor Bitcoin.
Bagi pengamat pasar, kombinasi antara data cadangan bursa, permintaan spot, aktivitas dompet besar, dan informasi keuangan perusahaan penambang dapat memberikan konteks yang lebih lengkap untuk menilai perkembangan pasar kripto.
Apakah Transfer Bitcoin MARA Bisa Menekan Harga BTC?
Transfer 1.000 BTC yang dikaitkan dengan MARA berpotensi menjadi perhatian pasar karena nilainya cukup besar. Namun, dampak langsung terhadap harga Bitcoin belum dapat ditentukan hanya dari data perpindahan aset tersebut.
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum menyimpulkan bahwa transaksi tersebut akan menimbulkan tekanan jual.
Pertama, kepastian penjualan. Perpindahan BTC menuju bursa dapat menjadi indikasi persiapan penjualan, tetapi konfirmasi transaksi perdagangan tetap diperlukan untuk memastikan bahwa aset benar-benar dilepas ke pasar.
Kedua, kondisi permintaan spot. Jika pembeli aktif menyerap pasokan yang masuk, transaksi penjualan dalam jumlah besar belum tentu menghasilkan penurunan harga yang signifikan. Sebaliknya, permintaan yang lemah dapat membuat tambahan pasokan lebih sulit diserap.
Ketiga, likuiditas pasar. Dampak sebuah transaksi bergantung pada kedalaman pasar, volume perdagangan, dan kondisi likuiditas pada saat penjualan dilakukan. Nilai transaksi yang besar tidak selalu menghasilkan dampak harga yang sama pada setiap kondisi pasar.
Keempat, tujuan perpindahan aset. Apabila transfer dilakukan untuk kebutuhan kustodian atau pengelolaan aset, dampaknya terhadap pasokan yang benar-benar dijual dapat berbeda jauh dibandingkan dengan transaksi yang bertujuan melikuidasi kepemilikan.
Kelima, aktivitas pemegang Bitcoin lainnya. Pergerakan aset MARA perlu dibandingkan dengan aktivitas penambang lain, investor institusional, dan kelompok pemegang BTC lainnya untuk memahami apakah terdapat pola distribusi yang lebih luas.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, transfer terbaru MARA sebaiknya dipandang sebagai perkembangan yang perlu dipantau, bukan bukti pasti bahwa harga Bitcoin akan mengalami penurunan.
Baca Juga: Harga PYTH Melonjak, Pyth Network Terapkan Aturan Buyback 100 Persen
Indikator yang Perlu Dipantau Investor Setelah Transfer MARA
Untuk memahami perkembangan berikutnya, investor dapat mengamati beberapa indikator yang relevan tanpa hanya bergantung pada satu transaksi blockchain.
1. Pergerakan Bitcoin dari Bursa ke Alamat Lain
Aktivitas lanjutan dari alamat yang dikaitkan dengan MARA dapat membantu memberikan konteks mengenai tujuan transfer. Perubahan aliran aset bisa menjadi petunjuk tambahan, meskipun identitas pemilik dan alasan transaksi tetap perlu diverifikasi.
2. Perubahan Cadangan Bitcoin di Bursa
Data cadangan bursa dapat digunakan untuk mengamati perubahan jumlah BTC yang berada di alamat yang diasosiasikan dengan platform perdagangan. Namun, indikator ini tidak boleh diperlakukan sebagai ukuran langsung tekanan jual karena tidak semua aset yang tersimpan di bursa akan segera diperdagangkan.
3. Volume Perdagangan dan Permintaan Spot
Volume perdagangan serta perkembangan permintaan spot dapat membantu menunjukkan kemampuan pasar menyerap pasokan. Kenaikan pasokan akan memiliki implikasi berbeda ketika permintaan sedang menguat dibandingkan ketika aktivitas pembelian melemah.
4. Pengungkapan Resmi dari MARA Holdings
Pernyataan perusahaan, laporan keuangan, dan dokumen yang disampaikan kepada regulator dapat memberikan informasi yang lebih kuat mengenai strategi pengelolaan Bitcoin. Sumber resmi tersebut penting untuk membedakan spekulasi berbasis blockchain dari keputusan bisnis yang telah dikonfirmasi.
5. Perubahan Kepemilikan Penambang Bitcoin Lainnya
Aktivitas perusahaan penambang lain juga dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi industri. Jika beberapa perusahaan melakukan penjualan dalam periode yang berdekatan, pasar mungkin perlu mengevaluasi apakah terdapat tekanan likuiditas atau perubahan strategi yang lebih luas.
Tidak satu pun indikator tersebut dapat memastikan arah harga Bitcoin secara mutlak. Namun, pemantauan secara bersamaan dapat membantu investor menilai informasi secara lebih objektif dan mengurangi risiko mengambil keputusan berdasarkan spekulasi semata.
Kesimpulan: Transfer 1.000 BTC MARA Belum Membuktikan Penjualan
Perpindahan 1.000 BTC senilai sekitar US$82,8 juta ke Binance dan Gate yang dikaitkan dengan MARA Holdings kembali memunculkan perhatian terhadap strategi pengelolaan Bitcoin perusahaan tersebut.
Riwayat penjualan sekitar 23.093 BTC pada semester pertama 2026 menunjukkan bahwa monetisasi Bitcoin memang pernah menjadi bagian dari kebijakan keuangan MARA. Di sisi lain, penggunaan BTC sebagai jaminan pembiayaan dan rencana ekspansi bisnis memperlihatkan bahwa aset digital dapat dimanfaatkan melalui berbagai mekanisme keuangan.
Sementara itu, peningkatan cadangan Bitcoin di bursa dan indikator permintaan spot yang belum sepenuhnya pulih menjadi faktor tambahan yang layak dipantau oleh pelaku pasar.
Meski demikian, belum terdapat konfirmasi bahwa transfer terbaru tersebut berujung pada penjualan. Tujuan perpindahan aset juga belum dijelaskan secara langsung oleh perusahaan, sehingga dugaan tekanan jual masih perlu diperlakukan dengan hati-hati.
Perkembangan selanjutnya, termasuk aktivitas on-chain, data perdagangan, dan pernyataan resmi MARA, akan menjadi informasi penting untuk menilai apakah transfer tersebut benar-benar berkaitan dengan penjualan Bitcoin.
Bagi investor, pendekatan yang lebih bijak adalah menggabungkan data blockchain, kondisi permintaan pasar, serta informasi resmi perusahaan sebelum mengambil kesimpulan mengenai prospek harga BTC.
Terus ikuti perkembangan berita Bitcoin, analisis pasar kripto, dan teknologi blockchain untuk memahami dinamika industri aset digital secara lebih menyeluruh.
FAQ: Pertanyaan Seputar Transfer Bitcoin MARA
Apa itu MARA Holdings?
MARA Holdings merupakan perusahaan publik yang bergerak di industri penambangan Bitcoin. Perusahaan ini memiliki aktivitas bisnis yang berkaitan dengan produksi Bitcoin dan pengelolaan aset digital.
Mengapa MARA transfer 1.000 BTC ke Binance dan Gate?
Berdasarkan laporan Lookonchain, perpindahan tersebut terdeteksi melalui aktivitas on-chain dari alamat yang dikaitkan dengan MARA. Namun, tujuan spesifik transfer belum dikonfirmasi secara langsung oleh perusahaan.
Apakah transfer Bitcoin ke bursa berarti akan dijual?
Tidak selalu. Transfer BTC ke bursa dapat berkaitan dengan persiapan penjualan, tetapi juga dapat dilakukan untuk kebutuhan kustodian, pengelolaan aset, atau transaksi lainnya. Konfirmasi tambahan diperlukan untuk memastikan apakah penjualan benar-benar terjadi.
Berapa nilai transfer 1.000 BTC MARA?
Nilai transfer tersebut diperkirakan sekitar US$82,8 juta berdasarkan laporan yang dibahas. Nilai aktual dalam mata uang fiat dapat berubah mengikuti harga Bitcoin dan waktu transaksi.
Apakah transfer MARA akan membuat harga Bitcoin turun?
Belum tentu. Dampaknya bergantung pada apakah BTC benar-benar dijual, besarnya pasokan yang masuk ke pasar, kondisi likuiditas, serta kemampuan permintaan menyerap aset tersebut.
Berapa banyak Bitcoin yang dijual MARA pada semester pertama 2026?
Berdasarkan laporan Form 10-Q yang disebutkan, MARA menjual sekitar 23.093 BTC pada semester pertama 2026 dan memperoleh dana sekitar US$1,6 miliar, dengan harga jual rata-rata US$70.631 per BTC.
Bagaimana cara memantau aktivitas Bitcoin MARA?
Investor dapat memantau data blockchain melalui penjelajah seperti Arkham, mengikuti laporan analisis on-chain, memeriksa pengungkapan resmi perusahaan, dan memperhatikan indikator pasar seperti cadangan bursa serta permintaan spot.