Kointech.inf0 – Tokenisasi saham di Solana memasuki fase baru. Backpack, platform yang dikembangkan untuk menghubungkan pasar keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital, mengungkap rencana memperluas jumlah saham yang dapat ditokenisasi di jaringan Solana dari sekitar 200 simbol menuju 10.000 saham.

Ambisi tersebut disampaikan CEO Backpack, Armani Ferrante, dalam video yang dibagikan oleh akun resmi Solana pada 26 September 2026. Ferrante menggambarkan visi yang jauh lebih besar daripada sekadar menambahkan beberapa saham populer ke blockchain.

Menurutnya, tujuan Backpack adalah membangun infrastruktur yang dapat menghubungkan akun broker tradisional dengan aplikasi decentralized finance (DeFi) melalui satu API. Dengan model tersebut, aset saham dapat bergerak antara sistem broker dan ekosistem blockchain.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa angka 10.000 tersebut masih merupakan target ekspansi, bukan jumlah saham yang sudah tersedia di Backpack atau Solana. Backpack juga belum memberikan jadwal pasti mengenai kapan ekspansi tersebut akan dilakukan dan saham apa saja yang akan menjadi prioritas.

Jika rencana tersebut terealisasi, perkembangan ini berpotensi memperluas penggunaan tokenized stocks, sekaligus membuka kemungkinan baru di pasar DeFi. Salah satu yang menarik perhatian adalah kemungkinan saham tokenisasi digunakan sebagai pasangan perdagangan untuk meme coin.

Backpack Ingin Membawa Pasar Saham ke Solana

Backpack tampaknya tidak lagi melihat tokenisasi saham sebagai sekadar produk tambahan bagi pengguna crypto. Perusahaan justru mengarah pada pembangunan infrastruktur yang dapat menjadi penghubung antara pasar modal tradisional dan blockchain.

Ferrante menyebut bahwa target berikutnya adalah meningkatkan cakupan dari sekitar 200 simbol menjadi 10.000 simbol. Dalam visi tersebut, saham dapat bergerak secara dua arah antara akun broker dan aplikasi DeFi melalui satu API.

Konsep ini cukup penting karena selama ini pasar saham tradisional dan pasar crypto berjalan dengan infrastruktur yang berbeda.

Investor saham biasanya berinteraksi melalui broker dan sistem kustodian konvensional. Sementara itu, pengguna DeFi berinteraksi menggunakan wallet, smart contract, decentralized exchange (DEX), dan protokol blockchain.

Tokenisasi saham mencoba menghubungkan kedua dunia tersebut.

Dalam model seperti ini, kepemilikan saham atau hak yang terkait dengan saham direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain. Token tersebut kemudian dapat digunakan dalam lingkungan on-chain, sesuai dengan struktur hukum, penerbit, mekanisme penebusan, serta aturan platform yang menerbitkannya.

Backpack sendiri telah memperkenalkan tokenized securities di Solana. Salah satu contohnya adalah tokenisasi saham Micron Technology dengan simbol MU, yang diperkenalkan pada Juni 2026. Backpack menjelaskan bahwa token MU dapat ditebus 1:1 dengan security entitlement atas saham Micron melalui Backpack Securities.

Artinya, konsep yang sedang dikembangkan bukan sekadar membuat token yang hanya mengikuti harga saham.

Ada infrastruktur broker dan mekanisme penebusan yang menjadi bagian penting dari desain tersebut.

Apa Itu Tokenized Stocks?

Secara sederhana, tokenized stocks adalah representasi berbasis blockchain yang berkaitan dengan saham atau hak ekonomi tertentu atas saham.

Namun, istilah tokenized stock tidak selalu berarti hal yang sama di setiap platform.

Struktur hukum, hak pemegang token, mekanisme kustodian, proses redemption, hak dividen, corporate action, hingga hubungan dengan saham yang mendasarinya dapat berbeda tergantung penerbit dan yurisdiksi.

Karena itu, pengguna tidak seharusnya menganggap semua token saham memiliki karakteristik hukum yang identik dengan saham biasa yang dibeli melalui broker tradisional.

Dalam model Backpack, perusahaan menjelaskan adanya hubungan antara akun brokerage dan tokenized securities. Pengguna yang memenuhi persyaratan tertentu dapat memiliki aset melalui infrastruktur sekuritas, kemudian mengonversinya menjadi token yang berjalan di Solana. Token tersebut selanjutnya dapat dikembalikan melalui mekanisme yang disediakan platform.

Konsep tersebut menciptakan semacam jembatan dua arah antara broker dan blockchain.

Di satu sisi terdapat sistem keuangan tradisional.

Di sisi lain terdapat wallet crypto, DeFi, DEX, dan berbagai aplikasi on-chain.

Jika integrasi tersebut semakin luas, saham tidak lagi hanya menjadi instrumen yang diperdagangkan pada jam pasar tradisional. Bentuk tokenisasinya berpotensi membuat aktivitas tertentu berlangsung melalui infrastruktur blockchain dengan karakteristik yang berbeda.

Dari 200 Menjadi 10.000 Saham

Angka 10.000 menjadi bagian paling menarik dari rencana Backpack.

Saat ini, cakupan tokenized stocks yang disebut Ferrante masih berada di kisaran ratusan simbol. Target menuju 10.000 berarti memperluas pilihan aset secara signifikan.

Ferrante menyebut perpindahan dari sekitar 200 menuju 10.000 simbol sebagai langkah berikutnya dalam pengembangan produk. Namun, belum ada informasi resmi mengenai daftar saham yang akan ditambahkan terlebih dahulu ataupun tanggal peluncuran target tersebut.

Karena itu, angka 10.000 sebaiknya dipahami sebagai ambisi ekspansi, bukan sebagai jumlah token saham yang sudah beredar.

Perbedaan tersebut penting.

Jika sebuah artikel menyebut “10.000 token saham sudah tersedia di Solana”, pembaca dapat memperoleh gambaran yang keliru. Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, Backpack baru menyatakan target untuk memperluas jumlah simbol tersebut.

Meski begitu, jika target tersebut benar-benar terwujud, dampaknya terhadap ekosistem Solana dapat cukup luas.

Semakin banyak aset tradisional yang tersedia secara on-chain, semakin banyak pula kemungkinan aplikasi yang dapat dibangun di atasnya.

Mengapa Tokenisasi Saham Menarik bagi Ekosistem DeFi?

Salah satu daya tarik terbesar tokenisasi adalah kemampuan blockchain untuk membuat aset dapat berinteraksi dengan aplikasi digital lainnya.

Dalam sistem keuangan tradisional, saham berada di dalam infrastruktur yang relatif terpisah dari aplikasi DeFi.

Sementara itu, aset berbasis blockchain dapat digunakan sebagai komponen dalam smart contract, liquidity pool, decentralized exchange, dan berbagai aplikasi keuangan lainnya, selama aset tersebut memenuhi persyaratan protokol dan regulasi yang berlaku.

Inilah yang membuat tokenized stocks menarik.

Bayangkan sebuah saham teknologi tersedia dalam bentuk token di Solana. Secara teoritis, token tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas daripada sekadar platform perdagangan saham.

Token dapat masuk ke wallet.

Token dapat berpindah antaralamat.

Token dapat menjadi bagian dari liquidity pool tertentu.

Dan dalam struktur yang memungkinkan, token juga dapat dipasangkan dengan aset crypto lainnya.

Namun, setiap penggunaan tersebut tetap bergantung pada aturan penerbit, platform, yurisdiksi, serta struktur hukum dari token yang bersangkutan.

Solana dan Munculnya Pasangan Saham dengan Meme Coin

Di sinilah perkembangan tokenisasi saham mulai bersinggungan dengan dunia meme coin.

Solana telah lama menjadi salah satu jaringan yang sangat aktif untuk perdagangan aset crypto berkapitalisasi kecil dan peluncuran meme coin. Dengan hadirnya tokenized stocks sebagai quote asset atau pasangan perdagangan, muncul model baru: meme coin tidak selalu harus dipasangkan dengan SOL atau stablecoin.

Platform Pump.fun, misalnya, telah mendukung konsep Custom Pairs. Dokumentasi resminya mencantumkan sejumlah tokenized stocks berbasis xStocks sebagai aset pasangan, termasuk Apple, Berkshire Hathaway, SPDR S&P 500, Alphabet, Tesla, Robinhood, dan NVIDIA.

Sebuah laporan independen mengenai perkembangan Custom Pairs juga mencatat bahwa pada September 2026, Pump.fun memperkenalkan pasangan yang menggunakan tokenized stocks bersama aset lain melalui mitra Sunrise dan xStocks. Laporan tersebut menyebut total pasangan yang didukung mencapai 93 pada saat pengumuman terkait.

Mekanisme seperti ini dapat mengubah cara trader memandang meme coin.

Biasanya, meme coin diperdagangkan menggunakan SOL, ETH, stablecoin, atau aset crypto lain sebagai pasangan.

Dengan tokenized stock, meme coin dapat diperdagangkan terhadap aset yang merepresentasikan eksposur terhadap saham.

Secara teknis, ini menciptakan hubungan yang lebih dekat antara dua dunia yang sebelumnya terpisah: spekulasi meme coin dan pasar saham.

Apakah 10.000 Saham Bisa Membuka Ladang Baru Meme Coin?

Secara teori, semakin banyak tokenized stocks yang tersedia, semakin besar pula jumlah kemungkinan pasangan perdagangan.

Misalnya, jika hanya tersedia beberapa token saham, jumlah kombinasi dengan meme coin tentu terbatas.

Namun, jika jumlahnya berkembang menjadi ribuan simbol, pembuat token dan liquidity provider memiliki lebih banyak pilihan untuk menciptakan pasangan baru.

Mekanismenya dapat terlihat sederhana.

Token saham → liquidity pool → pasangan meme coin → aktivitas perdagangan on-chain.

Tetapi konsekuensinya bisa lebih kompleks.

Meme coin sangat dipengaruhi sentimen, komunitas, momentum, likuiditas, dan perhatian pasar. Ketika meme coin dipasangkan dengan token saham, pergerakan kedua aset dapat saling memengaruhi melalui mekanisme pasar on-chain.

Hal ini tidak otomatis berarti harga saham dan meme coin akan bergerak bersama.

Namun, hubungan perdagangan tersebut menciptakan jalur baru bagi modal dan perhatian pasar untuk berpindah dari satu jenis aset ke jenis aset lainnya.

Contoh Perkembangan Stock-Meme di Pasar On-Chain

Fenomena pasangan meme coin dan token saham sebenarnya sudah mulai terlihat di berbagai jaringan.

Di Robinhood Chain, misalnya, muncul sejumlah pasangan yang menghubungkan meme coin dengan tokenized stocks. Salah satu contoh yang banyak dibahas adalah Artificial Inu (AI) yang dipasangkan dengan tokenized NVIDIA.

Data yang dikutip dari berbagai laporan pada awal September menunjukkan aktivitas perdagangan tokenized stock dan meme coin di Robinhood Chain sempat mencapai volume yang sangat besar. Salah satu laporan mencatat volume meme-coin dan stock-token pairs sekitar US$217 juta pada 1 September.

Ada pula laporan mengenai tokenized NVIDIA yang digunakan dalam mekanisme pasangan dengan meme coin AI. Data yang dikutip menyebut sebagian token NVDA kemudian terkunci dalam treasury proyek meme tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa tokenized stocks tidak hanya diperlakukan sebagai representasi aset investasi.

Dalam ekosistem tertentu, token tersebut juga dapat berfungsi sebagai bagian dari mekanisme likuiditas untuk aset yang jauh lebih spekulatif.

Risiko Ketika Saham Bertemu Meme Coin

Perkembangan ini tentu memiliki sisi lain yang perlu diperhatikan.

Meme coin dikenal memiliki volatilitas tinggi. Harga dapat bergerak sangat cepat karena perubahan sentimen, aktivitas komunitas, likuiditas, atau tren di media sosial.

Ketika tokenized stock dijadikan pasangan perdagangan, risiko tersebut dapat berinteraksi dengan karakteristik aset yang memiliki underlying asset atau eksposur terhadap pasar saham.

Salah satu risiko utama adalah likuiditas.

Jika sebagian besar token saham terkunci di liquidity pool tertentu, jumlah token yang tersedia di pasar dapat berkurang. Kondisi tersebut dapat memengaruhi proses arbitrase dan pembentukan harga.

Selain itu, pengguna juga perlu memastikan apakah token benar-benar memiliki hubungan hukum dengan saham yang diklaim menjadi underlying asset.

Ini merupakan poin yang sangat penting.

Tidak semua token yang menggunakan ticker atau nama perusahaan otomatis mewakili saham asli.

Kasus token yang hanya menggunakan nama perusahaan tanpa memiliki underlying asset dapat menciptakan risiko tambahan bagi trader. Karena itu, verifikasi penerbit, alamat kontrak, mekanisme redemption, dokumen hukum, dan hak yang diberikan kepada pemegang token menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Regulasi Tokenized Stocks Mulai Berkembang

Ekspansi tokenized stocks juga terjadi ketika regulator Amerika Serikat mulai memberikan ruang lebih besar untuk eksperimen perdagangan saham berbasis blockchain.

Pada 17 September 2026, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) mengumumkan Innovation Exemption, yaitu pengecualian sementara dan bersyarat untuk memungkinkan Tokenized Securities Venues atau TSV memperdagangkan tokenized NMS stocks melalui automated market maker dan liquidity pool tertentu.

Namun, kebijakan tersebut bukan berarti semua tokenized stock dapat diperdagangkan tanpa batas.

SEC menetapkan sejumlah persyaratan.

Di antaranya adalah batasan terhadap jumlah simbol dan volume perdagangan, persyaratan mengenai hak pemegang token, pemberitahuan kepada penerbit saham dalam kondisi tertentu, serta ketentuan bahwa smart contract yang digunakan harus dapat diaudit, bersifat publik, dan berjalan di public permissionless distributed ledger.

Pengecualian tersebut juga bersifat sementara. SEC menyatakan masa berlaku pengecualian adalah lima tahun sejak publikasi, dengan tetap membuka ruang untuk komentar publik dan kemungkinan perubahan kebijakan selanjutnya.

Dengan demikian, perkembangan regulasi dapat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan seberapa cepat tokenisasi saham berkembang.

Backpack Belum Mengumumkan Jadwal 10.000 Saham

Meskipun target 10.000 saham terdengar besar, saat ini belum ada jadwal resmi mengenai kapan ekspansi tersebut akan selesai.

Backpack juga belum mengumumkan daftar lengkap saham yang akan masuk dalam tahap berikutnya.

Karena itu, pasar masih harus menunggu informasi lebih lanjut.

Yang sudah jelas adalah arah strategisnya: Backpack ingin memperluas jembatan antara brokerage, saham tradisional, Solana, dan DeFi.

Apabila infrastruktur tersebut berhasil dikembangkan dalam skala besar, tokenized stocks berpotensi menjadi salah satu kategori penting dalam perkembangan Real-World Assets atau RWA.

Apa Dampaknya bagi Ekosistem Solana?

Jika target 10.000 simbol berhasil direalisasikan, Solana berpotensi memiliki pilihan aset tradisional yang jauh lebih beragam di lingkungan on-chain.

Dampaknya tidak hanya pada aktivitas perdagangan saham.

Developer DeFi dapat memperoleh lebih banyak aset untuk dijadikan bagian dari produk keuangan. DEX dapat memiliki lebih banyak pasangan. Liquidity provider mendapatkan lebih banyak pilihan pasar. Sementara trader memperoleh akses ke instrumen yang sebelumnya berada di luar ekosistem crypto.

Namun, pertumbuhan tersebut juga membutuhkan infrastruktur yang matang.

Semakin banyak aset yang tersedia, semakin penting mekanisme custody, redemption, oracle, compliance, liquidity, smart contract security, dan investor protection.

Dengan kata lain, tantangannya bukan hanya berapa banyak saham yang dapat ditokenisasi, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat digunakan secara aman dan sesuai aturan.

Tokenisasi Saham Bisa Mengubah Batas antara TradFi dan DeFi

Selama bertahun-tahun, TradFi dan DeFi berkembang sebagai dua ekosistem yang berbeda.

TradFi memiliki broker, bursa, kustodian, clearing house, transfer agent, dan berbagai institusi keuangan.

DeFi memiliki blockchain, smart contract, wallet, DEX, liquidity pool, dan protokol terdesentralisasi.

Tokenisasi saham berusaha membuat batas di antara kedua ekosistem tersebut menjadi lebih tipis.

Rencana Backpack merupakan salah satu contoh bagaimana perusahaan crypto mencoba membawa aset tradisional ke blockchain.

Jika 10.000 simbol benar-benar tersedia di masa mendatang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah saham dapat masuk ke blockchain.

Pertanyaannya berubah menjadi:

Apa yang dapat dilakukan terhadap saham setelah berada di blockchain?

Di sinilah potensi terbesar sekaligus risikonya muncul.

Saham dapat menjadi bagian dari aplikasi DeFi, digunakan dalam liquidity pool, diperdagangkan bersama aset crypto, dan bahkan menjadi pasangan bagi meme coin.

Potensi Pertumbuhan Datang Bersama Risiko Baru

Perluasan tokenized stocks tentu dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada pengguna.

Namun, lebih banyak pilihan juga berarti lebih banyak risiko yang harus dipahami.

Trader perlu membedakan antara saham asli yang ditokenisasi melalui mekanisme resmi dengan token yang hanya menggunakan nama atau ticker sebuah perusahaan.

Selain itu, harga tokenized stock di pasar on-chain tidak selalu harus dipahami sama dengan harga saham pada bursa tradisional. Faktor seperti likuiditas, jam perdagangan, mekanisme redemption, biaya, spread, dan struktur pasar dapat memengaruhi pengalaman perdagangan.

Untuk meme coin, risikonya bahkan lebih tinggi karena harga dapat sangat dipengaruhi oleh sentimen dan aktivitas spekulatif.

Karena itu, integrasi antara tokenized stocks dan meme coin sebaiknya dilihat sebagai perkembangan teknologi serta struktur pasar yang masih terus berevolusi, bukan sebagai jaminan bahwa suatu aset akan mengalami kenaikan harga.

Kesimpulan

Rencana Backpack untuk memperluas tokenized stocks dari sekitar 200 menuju 10.000 simbol di Solana menjadi salah satu perkembangan menarik dalam sektor tokenisasi aset pada 2026. CEO Backpack Armani Ferrante menyebut ambisi untuk membawa pasar saham secara lebih luas ke Solana melalui infrastruktur yang menghubungkan akun broker dan DeFi menggunakan satu API.

Jika target tersebut terealisasi, dampaknya bisa melampaui sekadar bertambahnya jumlah saham yang tersedia di blockchain.

Semakin banyak tokenized stocks, semakin besar pula kemungkinan aset-aset tersebut digunakan dalam berbagai aplikasi DeFi, termasuk liquidity pool dan pasangan perdagangan dengan meme coin.

Perkembangan Custom Pairs di Solana menunjukkan bahwa infrastruktur untuk menghubungkan tokenized stocks dengan aset crypto memang mulai terbentuk.

Pada saat yang sama, regulator Amerika Serikat juga mulai membuka ruang terbatas untuk perdagangan tokenized NMS stocks melalui mekanisme tertentu, meski dengan persyaratan dan batasan yang cukup jelas.

Jadi, pertanyaan mengenai 10.000 token saham bukan hanya soal berapa banyak saham yang akan masuk ke Solana.

Pertanyaan yang lebih besar adalah bagaimana pasar akan menggunakan aset-aset tersebut setelah berada di blockchain.

Jika tokenized stocks semakin terintegrasi dengan DeFi dan meme coin, batas antara pasar saham tradisional dan pasar crypto akan semakin menarik untuk diamati. Namun, semakin kompleks infrastrukturnya, semakin penting pula bagi pengguna untuk memahami underlying asset, hak hukum, likuiditas, mekanisme redemption, risiko smart contract, serta regulasi sebelum melakukan transaksi.

Untuk saat ini, target 10.000 saham masih merupakan rencana Backpack. Belum ada jadwal peluncuran maupun daftar lengkap aset yang akan ditambahkan. Karena itu, perkembangan selanjutnya tetap menjadi bagian penting yang perlu dipantau dari ekosistem Solana, tokenized stocks, RWA, dan DeFi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *