Progamersarena.org – Samsung Galaxy S26 FE hadir sebagai salah satu smartphone yang menawarkan perpaduan antara kemampuan kamera, performa, dan fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung kebutuhan pembuatan konten. Kehadiran berbagai fitur fotografi dan videografi membuat ponsel ini tidak hanya ditujukan untuk penggunaan sehari-hari, tetapi juga menarik bagi pengguna yang gemar membuat foto maupun video untuk media sosial.

Samsung sebelumnya telah resmi meluncurkan Galaxy S26 FE di Indonesia pada 11 September 2026. Smartphone ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp11,9 juta hingga Rp13,9 juta, tergantung kapasitas penyimpanan dan konfigurasi yang ditawarkan.

Galaxy S26 FE tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni Blueberry, Pistachio, dan Graphite. Dalam pengujian kali ini, perangkat yang digunakan adalah varian Blueberry dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB.

Dari sektor fotografi, Samsung membekali Galaxy S26 FE dengan konfigurasi tiga kamera belakang. Kamera utamanya memiliki resolusi 50MP, kemudian terdapat kamera ultra-wide 12MP, serta kamera telefoto 8MP dengan 3x optical zoom. Untuk kebutuhan selfie dan video call, tersedia kamera depan beresolusi 12MP.

Dengan kombinasi tersebut, Galaxy S26 FE dapat digunakan untuk mengabadikan berbagai jenis konten, mulai dari foto lanskap, aktivitas sehari-hari, portrait, hingga video untuk kebutuhan media sosial.

Namun, spesifikasi kamera bukan satu-satunya hal yang menarik. Samsung juga menyematkan sejumlah fitur video dan AI yang dirancang untuk membuat proses produksi konten menjadi lebih praktis.

Lantas, bagaimana pengalaman menggunakan kamera Samsung Galaxy S26 FE untuk membuat konten? Apakah fitur AI-nya benar-benar membantu? Berikut ulasan lengkapnya.

Spesifikasi Kamera Samsung Galaxy S26 FE

Sebelum membahas pengalaman penggunaan, penting untuk melihat konfigurasi kamera yang ditawarkan Galaxy S26 FE.

Pada bagian belakang, smartphone ini memiliki tiga kamera yang terdiri dari kamera utama 50MP, kamera ultra-wide 12MP, dan kamera telefoto 8MP dengan kemampuan 3x optical zoom. Sementara itu, kamera depan menggunakan sensor 12MP.

Konfigurasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna ketika mengambil gambar dalam berbagai situasi. Kamera utama dapat digunakan untuk kebutuhan fotografi harian, sedangkan kamera ultra-wide berguna ketika pengguna ingin menangkap bidang pandang yang lebih luas.

Adapun kamera telefoto dengan 3x optical zoom dapat dimanfaatkan untuk mengambil objek dari jarak yang lebih jauh tanpa harus terlalu dekat dengan subjek.

Bagi content creator, fleksibilitas seperti ini cukup penting karena satu perangkat dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai jenis materi visual tanpa harus selalu berganti lensa atau membawa kamera tambahan.

Kualitas Foto untuk Kebutuhan Konten

Kamera utama 50MP pada Galaxy S26 FE dapat menjadi pilihan utama untuk menghasilkan foto dengan detail yang tajam. Resolusi tinggi tersebut memberikan ruang yang cukup bagi pengguna ketika ingin melakukan cropping atau memperbesar bagian tertentu dari sebuah gambar.

Kamera ultra-wide 12MP juga memberikan opsi tambahan untuk kebutuhan pengambilan gambar dengan sudut pandang yang lebih luas. Fitur ini cocok digunakan ketika memotret pemandangan, ruangan, arsitektur, maupun aktivitas yang melibatkan banyak objek dalam satu frame.

Sementara kamera telefoto 8MP dengan 3x optical zoom menawarkan fleksibilitas ketika pengguna ingin mengambil gambar dari jarak tertentu. Kehadiran optical zoom membuat pengguna tidak hanya bergantung pada pembesaran digital.

Untuk kebutuhan pembuatan konten sehari-hari, kombinasi ketiga kamera tersebut membuat pengguna memiliki lebih banyak pilihan perspektif. Hal ini dapat membantu menghasilkan konten yang lebih bervariasi, terutama bagi kreator yang aktif membuat materi visual untuk berbagai platform.

Perekaman Video Samsung Galaxy S26 FE

Selain fotografi, kemampuan merekam video menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dari sebuah smartphone untuk content creator.

Samsung Galaxy S26 FE mendukung perekaman video hingga resolusi 8K atau 7680 x 4320 piksel pada 30fps. Resolusi tinggi ini memungkinkan rekaman menyimpan detail visual yang lebih banyak sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan produksi maupun editing.

Bagi pengguna yang sering membuat video, kemampuan merekam dalam resolusi tinggi memberikan keleluasaan saat melakukan proses editing. Misalnya, sebagian area frame dapat dipotong atau dilakukan reframing tanpa kehilangan terlalu banyak detail.

Meski demikian, resolusi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas video. Stabilitas gambar juga memiliki peranan besar, khususnya ketika proses pengambilan gambar dilakukan sambil berjalan atau bergerak.

Samsung karena itu turut membekali Galaxy S26 FE dengan fitur Super Steady Video yang dilengkapi Horizontal Lock.

Super Steady Video dengan Horizontal Lock

Ketika merekam video menggunakan smartphone sambil bergerak, guncangan tangan dapat membuat hasil rekaman terlihat kurang nyaman ditonton. Kondisi tersebut biasanya semakin terlihat ketika pengguna berjalan, berpindah posisi, atau melakukan pengambilan gambar secara spontan.

Super Steady Video pada Galaxy S26 FE dirancang untuk membantu mengurangi efek guncangan tersebut. Sementara fitur Horizontal Lock membantu menjaga orientasi video agar tetap stabil dan terkunci.

Dalam praktiknya, fitur tersebut memberikan pengalaman yang menyerupai penggunaan perangkat stabilisasi khusus seperti gimbal, meskipun tentu saja karakteristiknya tidak sepenuhnya sama dengan perangkat gimbal profesional.

Bagi pembuat konten yang sering melakukan pengambilan video secara mobile, fitur ini dapat menjadi solusi praktis. Pengguna tidak selalu perlu membawa perlengkapan tambahan hanya untuk mendapatkan rekaman yang lebih stabil.

Fitur semacam ini juga berguna bagi pengguna yang membuat konten perjalanan, vlog, video aktivitas sehari-hari, atau dokumentasi acara.

My FanCam, Fitur AI untuk Mengikuti Objek

Salah satu fitur yang cukup menarik perhatian pada Galaxy S26 FE adalah My FanCam.

Fitur ini memanfaatkan teknologi AI untuk membantu melacak sekaligus mempertahankan fokus pada satu objek ketika pengguna merekam video performance. Dengan kemampuan tersebut, kamera dapat mengikuti pergerakan subjek sehingga hasil rekaman terasa lebih dinamis dan menyerupai konsep video fancam.

Bagi pengguna yang sering merekam pertunjukan, konser, aktivitas panggung, atau objek yang bergerak aktif, fitur seperti ini berpotensi mengurangi kebutuhan untuk mengatur posisi kamera secara manual sepanjang proses perekaman.

AI akan membantu mempertahankan perhatian kamera terhadap subjek yang dipilih sehingga pengguna dapat lebih berkonsentrasi pada proses pengambilan video.

Hal ini juga dapat memberikan keuntungan bagi pengguna yang belum terbiasa menggunakan kamera secara manual. Alih-alih harus terus-menerus mengatur framing ketika objek berpindah tempat, sistem pelacakan membantu melakukan sebagian pekerjaan tersebut secara otomatis.

Performa My FanCam Masih Memiliki Catatan

Meskipun menawarkan konsep yang menarik, My FanCam bukan berarti selalu bekerja sempurna dalam setiap kondisi.

Dalam pengujian, pelacakan objek terkadang masih dapat terlepas dari subjek utama. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika pencahayaan tidak ideal maupun ketika situasi pengambilan gambar memiliki tingkat visual yang cukup kompleks.

Pada kondisi cahaya yang agak redup, misalnya, sistem pelacakan dapat mengalami tantangan dalam mempertahankan objek. Bahkan dalam kondisi yang sangat terang, pelacakan sesekali masih dapat bergeser dari subjek yang sebelumnya dipilih.

Hal tersebut menjadi salah satu catatan yang perlu diperhatikan pengguna.

Meski demikian, teknologi pelacakan berbasis AI memang sangat bergantung pada berbagai faktor, termasuk pencahayaan, pergerakan subjek, komposisi frame, serta keberadaan objek lain di sekitar subjek utama.

Karena itu, pengguna tetap disarankan untuk memeriksa framing dan hasil rekaman selama proses produksi, khususnya jika video tersebut digunakan untuk kebutuhan profesional.

Photo Assist untuk Mempermudah Editing

Tidak hanya mengandalkan kamera, Samsung juga menghadirkan sejumlah fitur AI yang ditujukan untuk membantu proses pengeditan foto dan video.

Salah satunya adalah Photo Assist, yang menyediakan berbagai alat editing berbasis AI. Fitur ini dapat digunakan untuk melakukan sejumlah perubahan pada foto, seperti menghapus objek yang tidak diinginkan, memindahkan elemen tertentu, mengubah latar belakang, hingga membantu memperbaiki komposisi gambar.

Kehadiran fitur semacam ini dapat memangkas beberapa tahapan dalam workflow editing. Pengguna tidak selalu harus memindahkan foto ke komputer atau membuka aplikasi editing profesional hanya untuk melakukan perubahan sederhana.

Bagi pengguna media sosial, hal ini cukup relevan karena kebutuhan editing sering kali harus dilakukan dengan cepat sebelum konten dipublikasikan.

Menghapus Objek yang Mengganggu dengan AI

Salah satu fungsi Photo Assist yang dapat dimanfaatkan adalah penghapusan objek.

Dalam proses pengambilan foto, terkadang terdapat elemen yang tidak diinginkan di latar belakang. Misalnya, orang yang kebetulan masuk ke dalam frame, benda tertentu, atau objek lain yang mengganggu komposisi.

Dengan fitur penghapusan berbasis AI, pengguna dapat memilih bagian foto yang ingin dihilangkan. Sistem kemudian akan memproses area tersebut dan mengisi bagian yang kosong agar menyatu dengan lingkungan di sekitarnya.

Pada Galaxy S26 FE, proses tersebut dapat menghasilkan penghapusan objek yang terlihat cukup bersih. Area yang sebelumnya ditempati objek dapat diisi kembali sehingga tidak selalu meninggalkan noda atau distorsi visual yang mencolok.

Namun, seperti teknologi AI editing pada umumnya, hasil akhir tetap bergantung pada kompleksitas latar belakang. Semakin rumit pola atau tekstur di sekitar objek, semakin besar kemungkinan pengguna perlu melakukan pengecekan ulang.

Memindahkan Objek Tanpa Editing Rumit

Selain menghapus objek, Photo Assist juga menyediakan kemampuan untuk memindahkan elemen tertentu dalam sebuah foto.

Fitur ini memungkinkan pengguna memilih subjek kemudian menempatkannya pada posisi lain dalam frame. Setelah objek dipindahkan, sistem AI akan berusaha mengisi area yang ditinggalkan secara otomatis.

Kemampuan tersebut cukup membantu ketika komposisi foto sebenarnya sudah bagus, tetapi posisi subjek dirasa kurang ideal.

Daripada harus melakukan proses masking, cloning, dan pengisian background secara manual menggunakan software editing profesional, pengguna dapat memanfaatkan bantuan AI langsung dari perangkat.

Hasilnya dapat terlihat lebih natural ketika latar belakang memiliki pola yang relatif mudah dikenali oleh sistem.

Pengeditan Foto Lebih Praktis di Layar 6,7 Inci

Workflow editing juga dipengaruhi oleh ukuran dan kualitas layar smartphone.

Samsung Galaxy S26 FE hadir dengan layar berukuran 6,7 inci. Panel berukuran besar tersebut memberikan area kerja yang lebih luas ketika pengguna melakukan retouching maupun meninjau detail foto.

Ketika gambar diperbesar, detail visual tetap dapat diamati dengan lebih nyaman. Hal ini penting ketika pengguna ingin memastikan apakah hasil penghapusan objek terlihat natural atau apakah terdapat bagian tertentu yang perlu diperbaiki.

Ukuran layar yang luas juga memberikan keuntungan ketika pengguna menggunakan aplikasi editing pihak ketiga. Antarmuka aplikasi seperti Lightroom membutuhkan ruang layar yang cukup agar berbagai kontrol dapat digunakan dengan nyaman.

Dengan demikian, perangkat tidak hanya berfungsi sebagai alat mengambil gambar, tetapi juga dapat menjadi perangkat untuk menyelesaikan sebagian workflow produksi konten.

Performa Exynos 2500 untuk Editing

Dari sisi performa, Galaxy S26 FE ditenagai prosesor Exynos 2500.

Chipset tersebut mendukung aktivitas seperti pengeditan foto, penggunaan aplikasi galeri, hingga retouching menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Lightroom.

Dalam penggunaan untuk editing, perpindahan antarproses terasa mulus sehingga pengguna dapat melakukan berbagai penyesuaian tanpa harus selalu memindahkan file ke perangkat lain.

Kombinasi antara prosesor, RAM 8GB, penyimpanan internal 256GB, dan layar 6,7 inci membuat smartphone ini dapat digunakan sebagai perangkat kerja mobile untuk kebutuhan konten.

Kapasitas penyimpanan 256GB juga menjadi aspek penting bagi content creator. File foto beresolusi tinggi dan terutama video 8K dapat membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Karena itu, kapasitas internal yang cukup membantu pengguna menyimpan lebih banyak file sebelum harus melakukan pemindahan ke perangkat penyimpanan lain.

Galaxy S26 FE untuk Content Creator

Jika melihat kombinasi kamera, fitur video, AI, dan performanya, Galaxy S26 FE menawarkan workflow yang relatif praktis bagi pengguna yang ingin membuat konten menggunakan satu perangkat.

Pengguna dapat mengambil foto dengan kamera utama, memperluas sudut pandang menggunakan kamera ultra-wide, atau memanfaatkan telefoto 3x optical zoom ketika membutuhkan perspektif lebih dekat.

Untuk video, dukungan 8K memberikan opsi perekaman dengan resolusi tinggi. Sementara Super Steady Video dan Horizontal Lock dapat membantu menjaga kestabilan ketika proses perekaman dilakukan sambil bergerak.

Di sisi lain, My FanCam memberikan solusi berbasis AI untuk kebutuhan tracking objek. Fitur tersebut dapat membantu ketika pengguna harus merekam subjek yang terus bergerak.

Setelah proses pengambilan gambar selesai, Photo Assist dapat digunakan untuk melakukan berbagai penyuntingan berbasis AI tanpa harus selalu membuka software editing yang lebih kompleks.

Kelebihan Workflow Kamera dan AI Galaxy S26 FE

Salah satu daya tarik utama Galaxy S26 FE untuk pembuatan konten adalah integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunaknya.

Kamera menyediakan fleksibilitas dalam mengambil gambar, sementara fitur AI membantu proses tracking dan editing. Prosesor kemudian menangani aktivitas pengolahan tersebut sehingga pengguna dapat menyelesaikan sebagian pekerjaan langsung dari smartphone.

Workflow seperti ini sangat relevan bagi content creator yang membutuhkan kecepatan.

Sebagai contoh, pengguna dapat mengambil foto atau video, melakukan editing dasar, menghapus objek yang mengganggu, memperbaiki komposisi, lalu mempersiapkan konten untuk dipublikasikan tanpa harus melalui banyak perangkat.

Tentu, untuk produksi dengan kebutuhan yang lebih kompleks, kamera profesional, komputer, dan software editing khusus masih menawarkan kontrol yang lebih luas.

Namun, untuk kebutuhan konten harian, media sosial, dokumentasi, dan produksi mobile, pendekatan serba praktis seperti yang ditawarkan Galaxy S26 FE dapat menjadi nilai tambah.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun memiliki banyak fitur, pengguna tetap perlu memahami bahwa fitur AI bukan pengganti sepenuhnya untuk kemampuan pengguna dalam mengambil gambar dan melakukan editing.

My FanCam, misalnya, masih dapat kehilangan objek yang dilacak dalam kondisi tertentu. Oleh sebab itu, pengguna sebaiknya tetap memastikan subjek berada dalam kondisi yang mudah dikenali oleh kamera.

Hal serupa berlaku pada fitur editing berbasis AI. Hasil penghapusan maupun pemindahan objek dapat dipengaruhi oleh kompleksitas latar belakang. Untuk kebutuhan profesional, hasil editing sebaiknya tetap diperiksa secara detail sebelum dipublikasikan.

Sementara kemampuan perekaman 8K memang menawarkan detail tinggi, ukuran file yang dihasilkan juga perlu diperhitungkan. Pengguna yang sering merekam dalam resolusi tinggi perlu memperhatikan kapasitas penyimpanan dan kebutuhan proses editing.

Kesimpulan

Samsung Galaxy S26 FE menawarkan kombinasi kamera dan fitur AI yang dapat membantu membuat proses produksi konten menjadi lebih praktis. Kamera utama 50MP, ultra-wide 12MP, telefoto 8MP dengan 3x optical zoom, serta kamera depan 12MP memberikan fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan fotografi.

Di sektor video, dukungan perekaman 8K 30fps menjadi salah satu fitur yang menarik. Sementara Super Steady Video dengan Horizontal Lock membantu menjaga kestabilan dan orientasi video ketika pengguna melakukan pengambilan gambar sambil bergerak.

Fitur My FanCam juga menjadi salah satu fitur berbasis AI yang menarik karena dapat membantu mengikuti pergerakan objek ketika merekam video performance. Meski masih terdapat kondisi tertentu ketika pelacakan dapat terlepas dari subjek utama, fitur tersebut tetap menawarkan pendekatan yang praktis untuk perekaman video.

Untuk editing, Photo Assist memberikan sejumlah alat berbasis AI untuk menghapus maupun memindahkan objek, mengubah background, dan membantu memperbaiki komposisi foto. Dukungan prosesor Exynos 2500 serta layar 6,7 inci kemudian membuat proses pengeditan melalui aplikasi bawaan maupun aplikasi pihak ketiga terasa lebih nyaman.

Secara keseluruhan, Galaxy S26 FE dirancang untuk pengguna yang menginginkan proses pembuatan konten yang lebih sederhana dalam satu perangkat. Smartphone ini memungkinkan aktivitas mulai dari mengambil foto dan video hingga melakukan editing dasar dilakukan secara langsung tanpa workflow produksi yang terlalu rumit.

Bagi pengguna yang aktif membuat konten secara mobile, kombinasi kamera, stabilisasi video, fitur AI, performa, dan layar besar menjadi bagian penting yang membuat Galaxy S26 FE layak diperhatikan sebagai perangkat untuk mendukung aktivitas kreatif sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *