progamersarena.org/ – Di tengah pasar kripto yang semakin kompetitif, investor dan trader tidak hanya mencari aset dengan kapitalisasi besar. Sebagian pelaku pasar justru mulai memburu proyek yang masih tergolong underrated atau belum banyak mendapatkan perhatian. Salah satu nama yang mulai menarik perhatian adalah token DOLO, aset kripto yang menjadi bagian dari ekosistem DeFi Dolomite.

Ketertarikan terhadap DOLO bukan hanya muncul karena harga token yang relatif rendah. Aktivitas on-chain, mekanisme penguncian token, serta hubungan antara DOLO, oDOLO, dan veDOLO mulai memberikan gambaran mengenai bagaimana ekosistem Dolomite berusaha menciptakan utilitas sekaligus permintaan terhadap tokennya.

Data blockchain menunjukkan bahwa puluhan juta token DOLO telah masuk ke kontrak veDOLO. Di sisi lain, mekanisme oDOLO juga memperlihatkan aktivitas yang menunjukkan bahwa desain tokenomik Dolomite telah digunakan secara nyata, bukan sekadar tercantum di dalam dokumentasi proyek.

Dolomite sendiri bukan proyek yang hanya mengandalkan token governance. Protokol ini mengembangkan infrastruktur lending dan borrowing DeFi yang telah diterapkan di berbagai jaringan blockchain. Kombinasi antara penggunaan protokol, mekanisme token lock, insentif likuiditas, dan potensi value capture membuat DOLO layak diperhatikan sebagai salah satu kandidat hidden gem di sektor DeFi.

Namun, potensi tersebut tetap harus dilihat secara objektif. Token DOLO masih menghadapi sejumlah risiko, terutama terkait jadwal vesting token tim dan investor serta mekanisme pembagian protocol fees yang belum otomatis aktif bagi pemegang veDOLO.

Baca Juga: 10.000 Token Saham Siap Masuk Solana, Bakal Jadi Ladang Baru Meme Coin?

Apa Itu Token DOLO dan Dolomite?

Token DOLO merupakan aset kripto yang berada di dalam ekosistem Dolomite, sebuah protokol DeFi yang berfokus pada aktivitas money market, lending, borrowing, dan pengelolaan posisi aset digital.

Berbeda dengan token governance yang hanya digunakan untuk memberikan hak suara, DOLO memiliki hubungan dengan beberapa mekanisme ekonomi di dalam ekosistem Dolomite. Salah satu bagian yang paling menarik adalah keterkaitannya dengan oDOLO dan veDOLO.

Melalui desain tersebut, Dolomite berusaha menciptakan siklus yang menghubungkan penggunaan protokol dengan permintaan token. DOLO dapat digunakan dalam mekanisme tertentu untuk memperoleh veDOLO, sementara veDOLO memberikan sejumlah manfaat seperti hak governance dan peningkatan reward pada liquidity pool.

Artinya, fungsi DOLO tidak berhenti pada aktivitas spekulasi harga. Ada mekanisme internal yang berusaha memberikan alasan bagi pengguna untuk memperoleh, mengunci, dan mempertahankan token tersebut.

Meski demikian, utilitas token tidak otomatis menjamin kenaikan harga. Harga aset kripto tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar, likuiditas, sentimen investor, distribusi supply, pertumbuhan pengguna, dan kemampuan protokol menghasilkan permintaan yang berkelanjutan.

Mekanisme oDOLO dan veDOLO Menjadi Sumber Permintaan DOLO

Salah satu aspek penting dalam tokenomik Dolomite adalah hubungan antara DOLO, oDOLO, dan veDOLO.

Berdasarkan mekanisme resmi yang digunakan Dolomite, oDOLO didistribusikan kepada penyedia likuiditas. Apabila pengguna ingin mengonversi oDOLO menjadi veDOLO dengan skema diskon, oDOLO perlu dipasangkan dengan DOLO dalam rasio 1:1.

Besarnya diskon ditentukan oleh durasi penguncian token. Semakin lama periode lock yang dipilih, semakin besar potensi diskon yang diberikan. Mekanisme tersebut menawarkan diskon mulai dari sekitar 5 persen untuk periode penguncian satu minggu hingga 50 persen untuk lock selama dua tahun.

Desain ini menciptakan sebuah mekanisme permintaan yang menarik.

Pengguna yang ingin memanfaatkan oDOLO melalui proses konversi membutuhkan DOLO sebagai pasangan. Token DOLO yang digunakan tersebut selanjutnya dapat masuk ke mekanisme veDOLO dan menjadi bagian dari supply yang terkunci.

Dengan demikian, tokenomik Dolomite mencoba membangun hubungan antara insentif likuiditas dan kebutuhan terhadap DOLO.

Apa Fungsi veDOLO?

veDOLO pada dasarnya merupakan bentuk token yang telah dikunci dan memberikan sejumlah manfaat kepada pemegangnya.

Beberapa fungsi utama veDOLO meliputi:

  • Hak untuk berpartisipasi dalam governance.
  • Potensi peningkatan reward dari liquidity pool.
  • Potensi memperoleh bagian dari protocol fees apabila mekanisme tersebut diaktifkan oleh DAO.
  • Keterlibatan lebih besar dalam mekanisme ekonomi ekosistem Dolomite.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah mekanisme keluar dari posisi veDOLO sebelum masa lock berakhir. Pengguna tidak dapat begitu saja membuka posisi tanpa konsekuensi.

Proses tersebut dapat melibatkan burn fee dasar sekitar 5 persen dan recoup fee yang besarnya dapat mencapai 50 persen untuk posisi dengan periode lock dua tahun. Besarnya biaya kemudian berkurang seiring berjalannya waktu.

Mekanisme tersebut dirancang untuk memberikan insentif agar pengguna mempertahankan posisi dalam jangka waktu lebih panjang.

Dalam perspektif tokenomik, desain seperti ini berpotensi membantu mengurangi tekanan jual jangka pendek karena sebagian token berada dalam kondisi terkunci.

Puluhan Juta DOLO Telah Terkunci di veDOLO

Salah satu alasan token DOLO mulai menarik perhatian adalah karena mekanisme penguncian tersebut dapat diamati secara langsung melalui data blockchain.

Berdasarkan snapshot on-chain token DOLO di Berachain, alamat kontrak veDOLO yang diterbitkan Dolomite tercatat menyimpan sekitar 61,25 juta DOLO.

Angka tersebut setara dengan kurang lebih 6,1 persen dari initial supply sebesar 1 miliar token.

Yang menarik bukan hanya jumlah token yang telah terkunci, tetapi juga aktivitas yang terjadi pada kontrak tersebut.

Data on-chain memperlihatkan adanya aktivitas seperti pembuatan lock baru, penambahan posisi, hingga penarikan. Artinya, kontrak veDOLO tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan pasif token sejak awal peluncuran.

Aktivitas tersebut memberikan indikasi bahwa mekanisme token lock memang digunakan oleh pengguna di dalam ekosistem.

Namun, jumlah DOLO yang terkunci tidak boleh langsung diterjemahkan sebagai sinyal bahwa harga token pasti akan naik.

Token yang terkunci lebih tepat dipandang sebagai salah satu indikator adanya utilitas dan mekanisme penyerapan supply. Kinerja harga tetap bergantung pada faktor yang jauh lebih luas, termasuk pertumbuhan pengguna, likuiditas pasar, perkembangan protokol, token unlock, dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Aktivitas oDOLO Juga Terlihat di Blockchain

Selain veDOLO, aktivitas pada kontrak oDOLO turut menjadi bagian penting dari narasi token DOLO.

Data kontrak oDOLO yang terindeks di Routescan menunjukkan supply sekitar 146,54 juta oDOLO, dengan jumlah holder yang telah mencapai lebih dari 2.000 alamat pada snapshot yang tersedia.

Riwayat transaksi juga memperlihatkan berbagai aktivitas seperti claim, vest, dan close.

Dalam sejumlah transaksi, oDOLO bahkan terlihat dikirim ke burn address setelah proses konversi dilakukan.

Temuan tersebut menjadi relevan karena menunjukkan bahwa hubungan antara oDOLO dan veDOLO bukan hanya sebuah konsep yang tertulis dalam dokumentasi tokenomik.

Mekanismenya telah menghasilkan aktivitas nyata di blockchain.

Bagi investor yang melakukan riset fundamental terhadap token DeFi, data semacam ini cukup penting. Aktivitas on-chain dapat membantu membedakan antara sebuah mekanisme yang benar-benar digunakan dan fitur yang hanya tersedia secara teoritis.

Meski demikian, aktivitas on-chain juga harus dianalisis bersama metrik lain. Jumlah transaksi, holder, dan token yang terkunci tidak secara otomatis menunjukkan bahwa sebuah proyek memiliki valuasi yang murah atau harga token akan mengalami kenaikan.

Dolomite Telah Melakukan Ekspansi ke Sejumlah Blockchain

Fundamental DOLO juga tidak dapat dipisahkan dari perkembangan protokol Dolomite itu sendiri.

Dolomite merupakan protokol money market yang memungkinkan pengguna memasok aset, melakukan borrowing, serta mengelola posisi dalam ekosistem DeFi.

Salah satu aspek yang menarik adalah pendekatan multi-chain yang diterapkan oleh Dolomite.

Deployment kontrak inti Dolomite Margin tercatat telah mencakup beberapa jaringan, antara lain:

  • Arbitrum One
  • Base
  • Berachain
  • Ethereum
  • Ink
  • Mantle
  • X Layer

Ekspansi lintas blockchain tersebut berpotensi memperluas basis pengguna dan pasar yang dapat dijangkau oleh protokol.

Bagi token DOLO, pertumbuhan protokol menjadi faktor penting. Semakin besar penggunaan infrastruktur Dolomite, semakin besar pula peluang terbentuknya aktivitas ekonomi yang dapat mendukung utilitas token.

Namun, multi-chain juga membawa tantangan tersendiri. Persaingan antarprotokol DeFi semakin ketat, sementara setiap jaringan memiliki karakteristik pengguna, likuiditas, dan tingkat aktivitas yang berbeda.

Karena itu, ekspansi jaringan sebaiknya tidak hanya dilihat berdasarkan jumlah blockchain yang didukung, tetapi juga berdasarkan apakah ekspansi tersebut mampu menghasilkan pengguna, volume, likuiditas, dan aktivitas protokol yang berkelanjutan.

Arsitektur dan Audit Dolomite Menjadi Faktor Fundamental

Dolomite menggunakan pendekatan arsitektur yang memisahkan bagian Core dan Modules.

Lapisan Core dirancang sebagai bagian yang immutable, sedangkan Modules digunakan untuk integrasi dan penambahan fungsi tertentu.

Setiap market juga dapat memiliki parameter seperti price oracle, interest setter, serta parameter risiko masing-masing. Pendekatan tersebut memberikan fleksibilitas untuk mengakomodasi berbagai jenis aset dan kebutuhan pasar.

Dari sisi keamanan, dokumentasi audit Dolomite menyebut bahwa smart contract Core telah melalui audit dari beberapa firma keamanan, termasuk OpenZeppelin, Bramah Systems, SECBIT Labs, dan Cyfrin.

Sementara itu, bagian Modules disebut telah melalui audit dari Zokyo, Guardian Audits, dan Cyfrin.

Audit memang menjadi salah satu faktor positif ketika menilai sebuah protokol DeFi. Namun, audit tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa protokol bebas dari risiko.

Smart contract tetap dapat menghadapi bug, exploit, kesalahan konfigurasi, risiko oracle, maupun risiko lain yang mungkin muncul setelah kontrak digunakan secara luas.

Karena itu, status audit sebaiknya dipandang sebagai salah satu lapisan mitigasi risiko, bukan alasan tunggal untuk menilai sebuah proyek aman.

Token Unlock DOLO Menjadi Risiko yang Perlu Diperhatikan

Di balik aktivitas on-chain dan perkembangan protokol, token DOLO tetap menghadapi risiko dari sisi supply.

Menurut distribusi token resmi Dolomite, initial supply DOLO ditetapkan sebesar 1 miliar token.

Pada saat Token Generation Event atau TGE yang berlangsung pada 24 April 2025, sekitar 415,404 juta token telah berada dalam kondisi unlocked. Pada periode tersebut, sekitar 326,65 juta DOLO dan 79,05 juta veDOLO tercatat beredar.

Distribusi token menjadi penting karena suplai yang masuk ke pasar dapat memengaruhi keseimbangan antara permintaan dan tekanan jual.

Sebanyak 50,75 persen supply dialokasikan untuk komunitas. Sementara itu, core team mendapatkan sekitar 20,2075 persen dari total supply dengan jadwal vesting tiga tahun dan cliff satu tahun.

Investor memperoleh sekitar 15,1846 persen supply. Dari alokasi tersebut, sekitar 137,913 juta DOLO atau 13,7913 persen dari total supply menggunakan skema vesting tiga tahun dengan cliff satu tahun.

Karena periode cliff satu tahun telah terlewati pada April 2026, investor dan pelaku pasar perlu memperhatikan jadwal vesting selanjutnya.

Token yang sebelumnya terkunci dapat secara bertahap menjadi tersedia untuk beredar. Jika jumlah supply yang masuk ke pasar lebih besar dibandingkan pertumbuhan permintaan, kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap harga.

Dengan kata lain, narasi hidden gem DOLO tidak dapat hanya dilihat dari sisi demand. Sisi supply juga harus diperhitungkan.

Protocol Fees Belum Menjadi Value Capture Otomatis

Faktor lain yang penting adalah mekanisme value capture.

Tokenomik Dolomite membuka kemungkinan adanya pembagian protocol fees kepada pemegang veDOLO. Namun, mekanisme tersebut belum dapat dianggap sebagai sumber pendapatan otomatis bagi pemegang token.

Aktivasi fitur tersebut masih bergantung pada keputusan DAO.

Ini merupakan perbedaan penting yang harus dipahami investor.

Adanya protokol yang menghasilkan aktivitas atau pendapatan tidak selalu berarti pemegang token governance langsung menerima bagian dari pendapatan tersebut.

Karena itu, pendapatan yang dihasilkan Dolomite sebaiknya tidak langsung diperlakukan sebagai pendapatan bagi holder DOLO sebelum mekanisme distribusi fees benar-benar aktif dan memiliki aturan yang jelas.

Kondisi tersebut membuat valuasi DOLO menjadi lebih kompleks.

Di satu sisi, terdapat mekanisme token lock dan potensi value capture. Di sisi lain, value capture belum sepenuhnya aktif, sementara token unlock masih menjadi faktor yang harus diperhatikan.

Baca Juga: 19,2 Persen Investor Kaya Pilih Kripto, Kalahkan Saham dan Properti

Analisis Teknikal Token DOLO: Apakah Tren Mulai Berubah?

Selain fundamental dan aktivitas on-chain, pergerakan harga juga menjadi perhatian trader.

Dalam struktur teknikal yang dijelaskan pada data analisis, DOLO berada di sekitar US$0,03107. Harga tersebut telah bergerak di atas MA9 sekitar US$0,02655 dan MA20 sekitar US$0,02527.

MA9 yang berada di atas MA20 menunjukkan bahwa momentum jangka pendek mulai mengalami perubahan ke arah yang lebih bullish.

Sebelumnya, DOLO sempat membangun area dasar pada kisaran US$0,018–US$0,022. Pergerakan naik berikutnya menunjukkan adanya upaya membentuk struktur pemulihan setelah periode konsolidasi.

Namun, sinyal tersebut belum dapat dianggap sebagai konfirmasi bullish jangka panjang.

Resistance DOLO yang Perlu Diperhatikan

Zona US$0,032–US$0,034 menjadi resistance terdekat yang penting untuk diamati.

Jika harga mampu menembus area tersebut dengan volume dan momentum yang memadai, terdapat peluang terbentuknya pergerakan menuju:

  • US$0,036–US$0,040 sebagai target resistance berikutnya.
  • US$0,045–US$0,050 sebagai zona yang dapat diperhatikan apabila momentum bullish berlanjut.

Level tersebut bukan prediksi pasti harga, melainkan area teknikal yang dapat digunakan untuk membaca kemungkinan perubahan struktur pasar.

Support Token DOLO

Di sisi lain, area US$0,028–US$0,029 menjadi level penting untuk mempertahankan struktur pemulihan.

Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, struktur rebound masih relatif terjaga.

Support berikutnya berada di sekitar MA9 dan MA20, yaitu pada kisaran US$0,025–US$0,027.

Apabila DOLO justru turun kembali dan menembus MA20 di sekitar US$0,025, narasi pemulihan jangka pendek dapat mengalami pelemahan.

Dengan demikian, skenario teknikal DOLO dapat dirangkum sebagai berikut:

Support: US$0,028–US$0,029
Support dinamis: US$0,025–US$0,027
Resistance: US$0,032–US$0,034
Target berikutnya: US$0,036–US$0,040
Zona lanjutan: US$0,045–US$0,050

Level tersebut tetap harus dikombinasikan dengan volume perdagangan, kondisi Bitcoin, sentimen pasar, serta perkembangan fundamental Dolomite.

Apakah DOLO Bisa Menjadi Hidden Gem Kripto?

Jika melihat kombinasi faktor fundamental dan on-chain, token DOLO memang memiliki sejumlah karakteristik yang menarik untuk masuk radar investor yang sedang mencari proyek DeFi underrated.

Beberapa faktor pendukungnya antara lain:

  1. Aktivitas veDOLO yang dapat diverifikasi secara on-chain.
  2. Mekanisme oDOLO yang menciptakan kebutuhan terhadap DOLO.
  3. Token lock yang membantu menyerap sebagian supply.
  4. Dolomite telah berekspansi ke sejumlah blockchain.
  5. Protokol memiliki fokus pada lending, borrowing, dan money market.
  6. Core dan Modules telah melalui sejumlah audit keamanan.
  7. Struktur teknikal mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Namun, ada pula beberapa faktor yang harus menjadi perhatian:

  1. Vesting token tim dan investor masih berlangsung.
  2. Token unlock dapat menambah circulating supply.
  3. Protocol fees belum otomatis menjadi pendapatan bagi pemegang veDOLO.
  4. Persaingan di sektor DeFi sangat tinggi.
  5. Risiko smart contract dan risiko protokol tetap ada.
  6. Harga DOLO masih sangat dipengaruhi volatilitas pasar kripto.

Oleh sebab itu, istilah hidden gem sebaiknya dipahami sebagai kategori spekulatif, bukan jaminan bahwa token tersebut akan menghasilkan keuntungan.

Kesimpulan: DOLO Menarik, tetapi Tetap Perlu Dicermati

Token DOLO mulai memperlihatkan sejumlah karakteristik yang membuatnya menarik untuk dipantau.

Aktivitas on-chain menunjukkan bahwa puluhan juta DOLO telah terkunci dalam veDOLO, sementara oDOLO juga memperlihatkan aktivitas holder, claim, vest, close, dan proses burn. Hal tersebut menunjukkan bahwa desain tokenomik Dolomite telah digunakan dalam aktivitas nyata di blockchain.

Di sisi fundamental, Dolomite juga tidak sekadar mengembangkan token governance. Protokol ini membangun infrastruktur DeFi untuk lending dan borrowing serta telah memperluas deployment ke beberapa blockchain.

Dari sisi teknikal, DOLO juga menunjukkan tanda awal perubahan struktur setelah membentuk area dasar. Pergerakan di atas MA9 dan MA20 memberikan sinyal bahwa momentum jangka pendek mulai membaik, meskipun resistance US$0,032–US$0,034 masih menjadi area penting yang harus ditembus.

Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan dua faktor besar: token unlock dan value capture.

Vesting tim dan investor berpotensi menambah supply yang beredar, sedangkan mekanisme pembagian protocol fees kepada pemegang veDOLO belum aktif secara otomatis dan masih bergantung pada keputusan DAO.

Dengan demikian, DOLO memang memiliki alasan untuk masuk watchlist sebagai salah satu kandidat kripto underrated di sektor DeFi, tetapi status tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa token ini pasti mengalami apresiasi harga.

Bagi investor, pendekatan yang lebih rasional adalah terus memantau aktivitas on-chain, pertumbuhan protokol, perubahan circulating supply, jadwal unlock, perkembangan governance, volume perdagangan, serta struktur teknikal harga.

Pada akhirnya, apakah DOLO benar-benar menjadi hidden gem atau hanya menjadi salah satu token DeFi yang sempat menarik perhatian akan sangat bergantung pada kemampuan Dolomite mengubah aktivitas protokol menjadi permintaan token yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *