progamersarena.org/ – Harga PYTH mengalami penguatan setelah Pyth Network mengumumkan kebijakan buyback baru yang mengalokasikan 100 persen penerimaan Pyth DAO dari produk jaringan yang memenuhi syarat untuk membeli token PYTH. Kebijakan bertajuk The 100% Rule ini mengubah mekanisme pengelolaan pendapatan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) tersebut, sekaligus memperkuat hubungan antara aktivitas bisnis Pyth Network dan akumulasi token aslinya.
Berdasarkan data CoinMarketCap yang dikutip dalam laporan sumber, harga PYTH berada di kisaran US$0,08036, naik 8,18 persen dalam 24 jam. Pada periode pengamatan yang sama, volume perdagangan harian mencapai sekitar US$91,05 juta, meningkat 260,2 persen. Kapitalisasi pasar PYTH tercatat sekitar US$632,87 juta, dengan pasokan beredar mencapai 7,87 miliar token.
Pengumuman kebijakan buyback ini menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi mengubah cara pendapatan jaringan dialokasikan untuk mengakumulasi aset digital PYTH. Sebelumnya, mekanisme pembelian token mengharuskan DAO mengadakan pemungutan suara bulanan untuk menyetujui penggunaan sebagian cadangan non-PYTH.
Melalui aturan baru, otorisasi pembelian berlaku secara berkelanjutan sehingga proses akumulasi token dapat dilakukan tanpa proposal terpisah untuk setiap pembelian rutin. Meski demikian, kebijakan ini tetap memiliki batasan operasional dan tidak berarti seluruh pendapatan kotor Pyth Network otomatis digunakan untuk membeli PYTH.
Di tengah pertumbuhan bisnis penyediaan data pasar Pyth, perubahan tersebut membuka babak baru dalam strategi pengelolaan cadangan DAO. Namun, dampaknya terhadap harga PYTH masih perlu dicermati karena pergerakan pasar kripto dipengaruhi banyak faktor, termasuk likuiditas, sentimen investor, dan kondisi pasar aset digital secara keseluruhan.
Baca Juga: Harga Bitcoin Berpeluang Terbang ke US$160.000, Ini Level Penentunya
Harga PYTH Naik Setelah Pyth Network Umumkan Buyback Baru
Pyth Network memperkenalkan kebijakan The 100% Rule melalui pengumuman resmi pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kebijakan ini menetapkan bahwa seluruh penerimaan yang memenuhi syarat dan menjadi hak Pyth DAO dari produk jaringan akan dialokasikan untuk akumulasi token PYTH.
Perubahan tersebut hadir ketika token PYTH menunjukkan penguatan harga dan peningkatan aktivitas perdagangan. Berdasarkan data yang tercantum dalam sumber, harga PYTH naik 8,18 persen dalam 24 jam, sementara volume perdagangan hariannya melonjak lebih dari 260 persen.
Kenaikan volume perdagangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas transaksi selama periode tersebut. Namun, indikator ini tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh kenaikan harga disebabkan oleh pengumuman buyback.
Pasar kripto dapat bergerak akibat berbagai katalis, mulai dari pembaruan proyek, perubahan permintaan dan penawaran, pergerakan Bitcoin, hingga kondisi likuiditas di bursa. Oleh karena itu, hubungan antara pengumuman Pyth Network dan penguatan harga PYTH perlu dipahami sebagai keterkaitan waktu, bukan bukti sebab-akibat yang sudah terkonfirmasi.
Meski begitu, perubahan kebijakan ini memiliki arti penting bagi tata kelola Pyth Network. Dengan mengarahkan penerimaan DAO yang memenuhi syarat untuk membeli PYTH, jaringan tersebut membangun mekanisme yang menghubungkan aktivitas komersial dengan kepemilikan token dalam cadangan organisasi.
Apa Itu The 100% Rule dalam Ekosistem Pyth Network?
The 100% Rule merupakan kebijakan baru Pyth DAO untuk mengalokasikan seluruh penerimaan yang memenuhi syarat dari produk jaringan ke cadangan PYTH melalui mekanisme pembelian token atau penyetoran langsung.
Sebelum kebijakan tersebut diterapkan, DAO menggunakan mekanisme yang mengalokasikan sepertiga dari saldo cadangan non-PYTH setiap bulan untuk membeli token PYTH di pasar terbuka. Proses ini memerlukan persetujuan melalui pemungutan suara bulanan.
Dalam skema terbaru, otorisasi pembelian tidak lagi perlu diperbarui melalui proposal terpisah untuk setiap transaksi rutin. Mekanisme tersebut memberikan kesinambungan dalam pengelolaan dana yang memenuhi syarat untuk akumulasi token.
Kebijakan ini disetujui melalui proposal tata kelola OP-PIP-136 yang berjudul Pyth Strategic Reserve V2. Proposal tersebut diajukan pada 24 September 2026 dan menjadi dasar perubahan mekanisme cadangan strategis Pyth DAO.
Penting untuk memahami bahwa angka 100 persen dalam kebijakan ini merujuk pada penerimaan yang memenuhi ketentuan dan menjadi hak DAO, bukan seluruh omzet atau pendapatan bruto dari semua kegiatan bisnis Pyth Network.
Dengan kata lain, dana yang menjadi hak pihak lain atau penerimaan yang tidak termasuk dalam ketentuan DAO tidak otomatis masuk ke dalam mekanisme buyback. Pembatasan ini penting agar investor tidak salah mengartikan kebijakan tersebut sebagai kewajiban menggunakan seluruh pendapatan perusahaan untuk membeli token.
Produk Pyth yang Mendukung Mekanisme Buyback
Berdasarkan informasi dalam sumber, terdapat beberapa produk dan layanan Pyth Network yang menjadi sumber penerimaan DAO dalam kebijakan baru, yaitu:
- Pyth Pro, layanan data pasar yang menjadi salah satu kontributor utama pendapatan berulang jaringan.
- Pyth Indices, produk yang berkaitan dengan penyediaan indeks pasar.
- Data Marketplace, bagian dari ekosistem perdagangan atau penyediaan data Pyth.
- Listing as a Service, layanan yang turut menyumbang penerimaan bagi DAO.
Pendapatan dari produk-produk tersebut dapat memberikan sumber dana untuk mengakumulasi PYTH selama penerimaan yang diperoleh memenuhi ketentuan kebijakan.
Seiring berkembangnya penggunaan layanan Pyth, pertumbuhan pendapatan yang menjadi hak DAO berpotensi memperbesar dana yang tersedia untuk pembelian token. Namun, besarnya akumulasi aktual tetap bergantung pada jumlah penerimaan yang benar-benar diterima, waktu distribusi, serta pelaksanaan transaksi sesuai ketentuan.
Mekanisme Buyback PYTH Berubah, Voting Bulanan Tak Lagi Diperlukan
Salah satu perubahan paling penting dalam The 100% Rule adalah penyederhanaan proses persetujuan pembelian token.
Pada mekanisme sebelumnya, Pyth DAO harus mengadakan pemungutan suara setiap bulan untuk mengesahkan penggunaan sepertiga cadangan non-PYTH guna membeli PYTH di pasar terbuka. Artinya, pembelian rutin bergantung pada proses persetujuan berkala.
Melalui proposal OP-PIP-136, otorisasi tersebut menjadi berkelanjutan. Pythian Council dapat menjalankan pembelian sesuai mandat yang telah disetujui tanpa mengajukan proposal baru untuk setiap transaksi rutin.
Perubahan ini dapat mengurangi kebutuhan proses administrasi yang berulang dan memberikan kejelasan mengenai penggunaan penerimaan DAO. Akan tetapi, penghapusan pemungutan suara bulanan untuk pembelian rutin bukan berarti seluruh keputusan tata kelola dihapuskan.
Pembatasan transaksi, kewajiban pelaporan, dan ketentuan mengenai penggunaan token dalam cadangan tetap berlaku. Apabila token yang terkumpul hendak dijual, dijadikan jaminan pinjaman, atau didistribusikan, diperlukan persetujuan tata kelola terpisah.
Dengan demikian, kebijakan baru tersebut menggabungkan kesinambungan operasional dan pengawasan tata kelola. DAO mendapatkan mekanisme akumulasi yang lebih terstruktur, sementara penggunaan token setelah pembelian tetap dibatasi oleh aturan yang berlaku.
Bagaimana Dana DAO Dikonversi Menjadi PYTH?
Dalam implementasinya, proses akumulasi token dibedakan berdasarkan bentuk aset yang diterima Pyth DAO.
Jika penerimaan masuk dalam bentuk stablecoin, dana tersebut dikonversi menjadi PYTH melalui pasar terbuka oleh Pythian Council. Token yang diperoleh kemudian dikirimkan kembali ke cadangan DAO.
Sementara itu, penerimaan yang sejak awal sudah berbentuk PYTH dapat langsung dimasukkan ke dalam cadangan tanpa memerlukan transaksi pembelian tambahan.
Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:
- Produk Pyth menghasilkan penerimaan yang memenuhi syarat bagi DAO.
- Penerimaan diterima dalam bentuk stablecoin atau PYTH.
- Stablecoin dikonversi menjadi PYTH melalui pasar terbuka.
- PYTH yang dibeli atau diterima langsung ditempatkan dalam cadangan DAO.
- Jumlah dan pelaksanaan pembelian dipantau melalui dokumentasi transaksi serta laporan berkala.
Alur tersebut menunjukkan bahwa kebijakan buyback tidak hanya bergantung pada besarnya pendapatan yang diumumkan. Dana harus benar-benar diterima, tersedia untuk digunakan, dan diproses sesuai prosedur sebelum dapat menghasilkan penambahan token dalam cadangan.
Batasan Transaksi Buyback PYTH dan Transparansi DAO
Meskipun otorisasi pembelian kini berlaku secara berkelanjutan, Pyth Network tetap menetapkan batasan dalam pelaksanaan transaksi.
Berdasarkan informasi dalam sumber, pembelian PYTH harus mengikuti ketentuan toleransi slippage maksimal 5 persen per transaksi. Selain itu, nilai pembelian dibatasi hingga US$25.000 untuk setiap transaksi.
Slippage merupakan perbedaan antara harga yang diharapkan ketika transaksi dilakukan dan harga eksekusi yang sebenarnya. Dalam pasar kripto, slippage dapat terjadi ketika likuiditas terbatas atau transaksi memengaruhi harga aset yang diperdagangkan.
Batas slippage dapat membantu membatasi penyimpangan harga yang diterima dalam pelaksanaan transaksi. Namun, ketentuan tersebut tidak menjamin pembelian selalu dilakukan pada harga terendah atau menghilangkan seluruh risiko eksekusi.
Batas US$25.000 per transaksi juga perlu dipahami sebagai pembatas nilai masing-masing transaksi, bukan otomatis sebagai batas total pembelian bulanan atau keseluruhan akumulasi PYTH. Besaran total pembelian tetap bergantung pada dana yang tersedia dan ketentuan lain dalam kebijakan.
Selain batasan transaksi, Pythian Council diwajibkan memublikasikan bukti transaksi dan laporan bulanan. Kewajiban tersebut memberikan sarana bagi komunitas untuk menilai apakah pembelian benar-benar dilakukan sesuai mandat DAO.
Transparansi ini menjadi aspek penting dalam pengelolaan aset digital berbasis tata kelola komunitas. Pengumuman mengenai alokasi dana perlu dibedakan dari bukti eksekusi, sebab keduanya merupakan tahapan yang tidak selalu terjadi pada waktu bersamaan.
Token yang sudah masuk ke cadangan juga tidak boleh dijual, dijadikan jaminan pinjaman, atau didistribusikan tanpa persetujuan governance terpisah. Ketentuan ini membatasi penggunaan cadangan untuk tujuan lain di luar mandat akumulasi yang telah disetujui.
Pyth Network Sudah Melakukan Pembelian PYTH Pertama
Pyth Network mengonfirmasi bahwa pembelian pertama berdasarkan otorisasi baru telah dilaksanakan pada 30 September 2026. Transaksi tersebut terjadi sebelum pengumuman publik mengenai The 100% Rule pada 8 Oktober 2026.
Menurut informasi dalam artikel sumber, cadangan PYTH milik DAO telah mencapai lebih dari 40 juta token.
Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa proses akumulasi token sudah berjalan. Namun, jumlah token dalam cadangan saja belum memberikan gambaran lengkap mengenai biaya rata-rata pembelian, total dana yang digunakan, atau perubahan nilai pasar cadangan tersebut.
Untuk menilai perkembangan implementasi kebijakan, investor perlu memperhatikan laporan transaksi berikutnya. Informasi seperti jumlah PYTH yang dibeli, nilai stablecoin yang digunakan, harga eksekusi, dan saldo akhir cadangan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai aktivitas buyback.
CEO Douro Labs sekaligus kontributor utama Pyth Network, Mike Cahill, menilai kebijakan baru ini memperkuat keselarasan antara kegiatan bisnis jaringan, pengembangan ekosistem, dan tata kelola DAO.
Menurut Cahill, keputusan mengalokasikan seluruh penerimaan yang memenuhi syarat ke dalam cadangan merupakan bentuk penyelarasan yang kuat antara aktivitas jaringan dan kepemilikan token.
Pernyataan tersebut mencerminkan tujuan strategis kebijakan baru. Namun, efektivitasnya dalam meningkatkan nilai ekonomi bagi pemegang PYTH tetap perlu dinilai berdasarkan pelaksanaan aktual dan perkembangan jangka panjang ekosistem.
Pendapatan Pyth Network Meningkat, ARR Tembus US$11,49 Juta
Perubahan kebijakan buyback terjadi ketika bisnis penyediaan data pasar Pyth Network mencatat pertumbuhan pendapatan berulang.
Dalam laporan kinerja kuartal III 2026, Pyth mengungkapkan bahwa annual recurring revenue (ARR) aktif mencapai US$11,49 juta pada akhir September 2026. Angka tersebut meningkat 86,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kontributor terbesar berasal dari Pyth Pro, yang mencatat ARR sekitar US$9,68 juta. Sementara itu, Pyth Indices menyumbang sekitar US$1,81 juta.
Secara keseluruhan, jaringan tersebut melaporkan 276 akun pelanggan berbayar.
Pertumbuhan ARR memberikan gambaran mengenai perkembangan bisnis berlangganan atau pendapatan berulang dari layanan yang masih aktif. Dalam konteks Pyth Network, metrik ini dapat digunakan untuk memahami perkembangan komersial produk data pasar.
Namun, ARR bukanlah jumlah uang tunai yang sudah diterima DAO. Angka tersebut juga tidak dapat langsung disamakan dengan nilai pembelian kembali PYTH.
ARR merupakan ukuran pendapatan berulang yang disetahunkan berdasarkan aktivitas bisnis pada periode pengukuran. Sementara itu, dana yang dapat digunakan untuk buyback bergantung pada penerimaan aktual yang menjadi hak DAO sesuai ketentuan distribusi.
Perbedaan ini penting karena pertumbuhan bisnis tidak selalu langsung tercermin dalam saldo cadangan token. Terdapat tahapan antara pendapatan yang dihasilkan, bagian yang menjadi hak DAO, distribusi dana, dan pelaksanaan pembelian di pasar terbuka.
Meskipun demikian, peningkatan ARR dapat menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis Pyth yang patut dipantau, terutama apabila pertumbuhan tersebut berlanjut dan menghasilkan penerimaan yang lebih besar bagi DAO.
Distribusi 553.693 USDC Menjadi Sorotan
Gambaran mengenai arus penerimaan aktual dapat dilihat dalam laporan Douro Labs tertanggal 5 Oktober 2026.
Laporan tersebut mencatat distribusi sebesar 553.693 USDC kepada Pyth DAO. Nilai itu berasal dari bagian pendapatan yang terkait dengan Pyth Pro, Listing as a Service, dan Pyth Indices.
Dalam laporan yang sama, pendapatan bruto dari ketiga layanan tersebut tercatat sebesar US$916.471. Dari jumlah itu, bagian yang dialokasikan kepada DAO mencapai US$553.693.
Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Pyth Pro: US$460.850.
- Listing as a Service: US$11.430.
- Pyth Indices: US$81.413.
Angka-angka tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana pendapatan dari berbagai layanan berkontribusi terhadap penerimaan DAO.
Pyth Pro menjadi penyumbang terbesar dalam distribusi yang dilaporkan, sedangkan Listing as a Service memberikan kontribusi lebih kecil. Pyth Indices juga menjadi bagian dari sumber penerimaan yang dialokasikan kepada DAO.
Meski begitu, laporan tersebut menyebutkan bahwa distribusi stablecoin terbaru belum langsung dikirimkan ke dompet operasional Pythian Council sebagaimana diharapkan dalam mekanisme baru.
Karena itu, nilai 553.693 USDC tidak dapat langsung dianggap sebagai dana yang sudah digunakan untuk membeli PYTH. Distribusi penerimaan dan eksekusi pembelian merupakan dua tahapan berbeda.
Untuk memastikan dampak aktual terhadap cadangan, diperlukan bukti transaksi yang menunjukkan apakah stablecoin tersebut sudah dikonversi menjadi PYTH, berapa token yang diperoleh, dan kapan transaksi dilaksanakan.
Pembedaan ini juga penting bagi investor yang memantau perkembangan kebijakan buyback berdasarkan data on-chain maupun laporan resmi. Nilai penerimaan, saldo kas DAO, nilai pembelian, dan jumlah token yang terkumpul merupakan metrik berbeda yang sebaiknya tidak dicampuradukkan.
Baca Juga: 3 Kripto Ini Diprediksi Breakout Minggu Ini: XRP, QNT, atau INJ?
Apakah Buyback PYTH Bisa Mendorong Harga Token Naik?
Kebijakan buyback dapat memengaruhi dinamika permintaan dan penawaran token, tetapi dampaknya tidak selalu sama untuk setiap aset kripto.
Dalam mekanisme Pyth Network, dana yang memenuhi syarat digunakan untuk membeli PYTH di pasar terbuka. Aktivitas pembelian tersebut berpotensi menambah permintaan pasar ketika transaksi dilaksanakan.
Jika penerimaan DAO meningkat dan lebih banyak dana digunakan untuk pembelian token, aktivitas buyback secara teoritis dapat menjadi salah satu sumber permintaan tambahan terhadap PYTH.
Namun, besarnya pengaruh terhadap harga akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran pembelian dibandingkan volume perdagangan, kedalaman likuiditas, kondisi pasar, serta tekanan jual dari pemegang token lainnya.
Sebagai contoh, pembelian dalam jumlah relatif kecil mungkin hanya memberikan pengaruh terbatas apabila volume perdagangan pasar sangat besar. Sebaliknya, transaksi yang cukup besar dibandingkan likuiditas yang tersedia berpotensi menimbulkan dampak harga lebih terasa.
Batas slippage dan nilai maksimum per transaksi juga berarti pembelian dilakukan dengan pembatasan tertentu. Oleh karena itu, kebijakan tersebut tidak otomatis menghasilkan tekanan beli tanpa batas.
Faktor sentimen turut berperan. Pengumuman kebijakan yang dinilai positif dapat memengaruhi ekspektasi investor sebelum pembelian benar-benar terjadi. Namun, ekspektasi pasar dapat berubah apabila implementasi tidak sesuai harapan atau kondisi pasar kripto secara keseluruhan melemah.
Dengan demikian, kenaikan harga PYTH sebesar 8,18 persen yang tercantum dalam sumber perlu dilihat dalam konteks pergerakan pasar pada periode pengamatan, bukan sebagai bukti bahwa buyback pasti akan mendorong kenaikan harga secara berkelanjutan.
Buyback Berbeda dengan Token Burn, Pasokan PYTH Tidak Otomatis Berkurang
Salah satu hal penting yang perlu dipahami investor adalah perbedaan antara buyback dan token burn.
Buyback merupakan pembelian kembali token di pasar menggunakan dana yang tersedia. Dalam kebijakan Pyth Network, PYTH yang dibeli ditempatkan dalam cadangan DAO.
Sementara itu, token burn merujuk pada mekanisme penghilangan token dari peredaran melalui proses yang dirancang agar token tersebut tidak lagi dapat digunakan. Kedua mekanisme ini memiliki implikasi berbeda terhadap pengelolaan pasokan.
Karena token hasil buyback Pyth tetap berada dalam cadangan DAO, pembelian tersebut tidak secara otomatis mengurangi total pasokan PYTH. Token hanya berpindah kepemilikan dari pihak penjual ke cadangan organisasi.
Token yang disimpan dalam cadangan mungkin tidak langsung beredar di pasar, tetapi status tersebut tidak sama dengan penghapusan token secara permanen. Dampaknya terhadap pasokan yang tersedia untuk diperdagangkan juga perlu dinilai berdasarkan aturan penggunaan cadangan dan kondisi distribusi token.
Bagi investor, perbedaan ini penting ketika menilai potensi kenaikan harga. Buyback dapat menciptakan permintaan tambahan, tetapi tidak boleh langsung ditafsirkan sebagai pengurangan pasokan total.
Penilaian yang lebih menyeluruh perlu mempertimbangkan jumlah token yang dibeli, saldo cadangan, pasokan beredar, jadwal pembukaan token jika ada, serta perubahan permintaan pasar.
Hal yang Perlu Dipantau Investor PYTH Selanjutnya
Setelah kebijakan The 100% Rule diperkenalkan, terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangan Pyth Network.
Pertama, investor perlu memantau laporan pembelian bulanan DAO. Laporan tersebut dapat membantu memastikan jumlah PYTH yang benar-benar diakumulasi dan dana yang digunakan dalam transaksi.
Kedua, perkembangan penerimaan dari Pyth Pro, Pyth Indices, dan layanan lainnya dapat memberikan gambaran mengenai potensi sumber dana buyback pada periode berikutnya. Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dapat memperbesar penerimaan DAO apabila bagian pendapatannya tetap memenuhi ketentuan alokasi.
Ketiga, perkembangan cadangan PYTH perlu diperhatikan bersama data pasokan beredar dan aktivitas perdagangan. Saldo cadangan yang meningkat menunjukkan akumulasi, tetapi tidak cukup untuk menentukan arah harga tanpa mempertimbangkan faktor pasar lainnya.
Keempat, investor dapat memantau likuiditas dan volume perdagangan. Kedua indikator tersebut membantu memberikan konteks mengenai kemampuan pasar menyerap transaksi pembelian serta besarnya aktivitas perdagangan selama periode tertentu.
Terakhir, perkembangan tata kelola tetap relevan. Walaupun pembelian rutin telah mendapatkan otorisasi berkelanjutan, perubahan aturan penggunaan cadangan masih memerlukan persetujuan governance terpisah sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan mengamati indikator tersebut secara berkala, investor dapat membedakan antara pengumuman kebijakan, penerimaan dana, pelaksanaan transaksi, dan dampak pasar yang benar-benar terjadi.
Kesimpulan
Pyth Network memperkenalkan The 100% Rule sebagai perubahan penting dalam mekanisme pengelolaan pendapatan dan cadangan PYTH. Melalui kebijakan ini, seluruh penerimaan yang memenuhi syarat dan menjadi hak Pyth DAO dari produk jaringan diarahkan untuk mengakumulasi token PYTH.
Perubahan tersebut menggantikan mekanisme sebelumnya yang menggunakan sepertiga cadangan non-PYTH untuk pembelian bulanan dengan persetujuan berkala. Kini, otorisasi pembelian berlaku secara berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan batasan transaksi, pelaporan, dan aturan penggunaan cadangan.
Kebijakan baru ini hadir ketika ARR aktif Pyth Network dilaporkan mencapai US$11,49 juta pada akhir kuartal III 2026. Di sisi lain, distribusi 553.693 USDC kepada DAO memperlihatkan adanya penerimaan aktual, meskipun dana tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai pembelian PYTH yang sudah selesai.
Harga PYTH yang menguat dan volume perdagangan yang meningkat menjadi perkembangan pasar yang menarik untuk dicermati. Namun, dampak buyback terhadap harga belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pergerakan jangka pendek.
Investor juga perlu memahami bahwa token hasil pembelian ditempatkan dalam cadangan DAO dan tidak otomatis dibakar. Oleh sebab itu, kebijakan ini lebih tepat dipahami sebagai mekanisme akumulasi token yang menghubungkan penerimaan bisnis jaringan dengan permintaan pasar, bukan sebagai jaminan kenaikan harga atau pengurangan total pasokan.
Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada konsistensi penerimaan DAO, pelaksanaan pembelian, transparansi laporan, dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Seperti aset digital lainnya, PYTH tetap memiliki risiko volatilitas sehingga keputusan investasi perlu didasarkan pada riset mandiri dan pengelolaan risiko yang cermat.
Ikuti perkembangan Pyth Network, harga PYTH, Bitcoin, dan ekosistem blockchain untuk memahami perubahan pasar aset digital secara lebih menyeluruh.